Pakar Gizi IPB, Peringatkan Bahaya Makanan Ultra-Processed Food
- 14 Apr 2026 15:36 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Peneliti yang juga Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr. dr Karina Rahmadia Ekawidyani menyampaikan, makanan ultra-processed food (UPF) kini semakin mudah ditemukan dan sering kali menjadi pilihan anak-anak karena praktis dan rasanya menarik. Namun, konsumsi berlebihan makanan ini berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan.
"Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, baik dalam jangka pendek maupun panjang," kata Dr. dr Karina Rahmadia Ekawidyani, dalam siaran persnya. Selasa, 14 April 2026.
Ahli Gizi IPB University itu menjelaskan, bahwa UPF merupakan makanan yang mengalami proses pengolahan sangat intensif. “Ultra processed itu makanan yang mengalami pengolahan yang sangat banyak, sehingga bentuk makanan aslinya sudah tidak bisa kita lihat,” ujarnya.
UPF pada umumnya mengandung gula, garam, dan lemak (GGL) dalam jumlah tinggi, serta berbagai bahan tambahan. “Biasanya ditambahkan dengan banyak bahan seperti gula, garam, minyak, dan juga zat aditif seperti pengawet dan pewarna,” jelasnya.
Contoh UPF antara lain minuman berpemanis, makanan ringan kemasan, serta produk olahan seperti nuget dan sosis dan lainnya.
"Makanan ini cenderung tinggi kalori tetapi rendah zat gizi penting. Jika dikonsumsi berlebihan, anak berisiko kelebihan kalori, tetapi kekurangan serat, vitamin, dan mineral,” pringatnya.
Dr. Karina juga menjelaskan, dampak konsumsi UPF dapat muncul dalam waktu singkat hingga jangka panjang.
"Dalam jangka pendek, makanan tinggi gula dapat memicu karies gigi dan gangguan pencernaan seperti sembelit akibat rendahnya serat. Sementara itu, kebiasaan konsumsi jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hipertensi, stroke dan lainnya," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....