Waspada Gejala Samonella yang Menyerang Saluran Pencernaan
- 18 Apr 2026 17:36 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Salmonellosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella pada saluran usus. Bakteri ini masuk ke saluran pencernaan manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, sehingga menimbulkan gejala diare, kram perut, hingga demam.
Dilansir dari laman resmi alodokter.com pada Jumat, 17 April 2026, infeksi ini sering dipicu oleh makanan yang mengandung bakteri Salmonella . Umumnya, telur mentah atau setengah matang menjadi sumber utama terjadi infeksi ini. Selain itu, produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi, daging sapi atau unggas, makanan laut mentah, buah-buahan yang tidak dicuci, serta makanan olahan juga memiliki resiko yang tinggi.
Tidak hanyak makanan, faktor lain seperti daya tahan tubuh yang lemah, lingkungan dengan sanitasi buruk, anak dibawah usia 5 tahun, lansia, konsumsi obat-obatan tertentu, penyakit radang usus, serta kepemilikan hewan peliharan seperti anjing dan kucing dapat memicu infeksi Salmonella . Gejala infeksi biasanya muncul dalam 12-72 jam setelah terinfeksi dan memerlukan waktu hingga usus kembali pulih.
Oleh karena itu, segera periksakan ke dokter jika tubuh mengalami gejala seperti diare lebih dari 3 hari, terdapat darah pada fases, demam di atas 38 derajat, hingga muntah secara terus menerus. Dokter akan mendiagnosis melalui tes darah untuk memastikan penyebab sebenarnya adalah bakteri Salmonella , serta pemeriksaan fisik secara menyeluruh seperti pembengkakan pada perut.
Pada kasus parah, dokter biasanya menyarankan untuk rawat inap di rumah sakit. Cairan infus membantu pasien mengembalikan cairan yang hilang akibat diare, sementara obat-obatan bantu menunjang pemulihan pasien.
Untuk kasus ringan, biasanya cukup melakukan penangan mandiri di rumah. Umumnya penanganan ringan dapat dilakukan dengan minum air yang cukup untuk mencegah dehidrasi, menghindari makanan atau minuman yang dapat memperburuk gejala, serta menggunakan bantalan hangat untuk meredakan kram pada perut.
Pencegahan infeksi bakteri Salmonella yakni dengan memperhatikan kebersihan tangan, seperti mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah memegang atau membersihakan kotoran hewan. Selain itu, cuci bahan makanan yang ingin dikonsumsi seperti sayur dan buah-buahan, gunakan talenan terpisah untuk daging mentah, serta simpan daging merah, unggas, dan makanan laut secara terpisah di kulkas. Hindari makanan mentah atau setengah matang seperti daging mentah dan telur setengah matang.
Apabila infeksi bakteri Salmonella tidak ditangani dengan baik, dapat memicu komplikasi seperti dehidrasi akibat hilangnya cairan saat diare, bakteremia yakni peradangan pada seluruh tubuh yang dapat merusak organ seperti otak, jantung, dan pembuluh darah. Selain itu, penderita bisa mengalami sindrom Reiter, yakni peradangan sendi seperti iritasi mata, sakit saat buang air kecil, hingga nyeri sendi akibat infeksi.
(Susanti Ramadhan – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....