Tips Aman Berpuasa Bagi Pengidap Gangguan Lambung

  • 06 Feb 2026 14:52 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Menjelang ibadah puasa Ramadan, persiapan kesehatan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan, terutama bagi pengidap gangguan lambung. Berikut enam tips yang dapat membantu menjaga kondisi lambung tetap aman dan nyaman saat memasuki masa berpuasa. 

Puasa Ramadan kerap menjadi tantangan bagi pengidap gangguan pencernaan, khususnya sakit lambung. Perubahan pola makan dan jeda waktu makan yang panjang dapat memicu kenaikan asam lambung serta menimbulkan rasa tidak nyaman.

Penyakit asam lambung atau Gastreosophegeal Reflux Disease (GERD) ditandai dengan nyeri di ulu hati serta sensasi terbakar pada dada. Kondisi ini terjadi akibat melemahnya Lower Esophageal Sphincter (LES), sehingga asam lambung naik ke kerongkongan.

Dikutip dari laman resmi halodoc.com pada Jumat, 6 Februari 2026, saat minggu pertama puasa, pengidap sakit lambung biasanya merasakan ketidaknyamanan karena tubuh masih beradaptasi. Namun, kondisi tersebut umumnya akan membaik seiring dengan penyesuaian pola makan yang lebih teratur.

Tips pertama adalah tidak melewatkan makan sahur, karena perut kosong seharian dapat memperburuk produksi asam lambung. Konsumsi makanan kaya serat saat sahur dapat membantu proses pencernaan lebih lama, sehingga lambung tetap stabil.

Selain itu, umat Muslim disarankan untuk tidak menunda waktu berbuka puasa. Segera makan saat waktu berbuka telah tiba agar asam lambung dapat digunakan untuk mencerna makanan, bukan justru menumpuk di perut kosong.

Cara makan juga perlu diperhatikan dengan mengunyah makanan secara perlahan. Kebiasaan makan terburu-buru justru akan memicu penigkatan asam lambung, karena lambung bekerja keras dalam proses pencernaan.

Selain itu, mengatur porsi makan juga menjadi langkah penting bagi pengidap gangguan lambung. Meski rasa lapar tinggi saat berbuka, sebaiknya makan dalam porsi kecil terlebih dahulu agar lambung tidak terkejut menerima asupan berlebih.

Setelah makan sahur atau berbuka, sebaiknya tidak langsung berbaring atau tidur. Idealnya, beri jeda sekitar tiga jam agar makanan tercerna dengan baik dan mencegah gejala lambung semakin buruk.

Dengan menerapkan pola makan yang tepat, maka bulan Ramadan tidak harus menjadi hambatan bagi pengidap asam lambung untuk tetap berpuasa. Menjaga kebiasaan sehat dapat membantu ibadah berjalan nyaman, sekaligus mendukung kondisi tubuh tetap prima. (FitriYanti Puspita Dewi – Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....