Waspada “Khilaf” Makan Daging saat Idul Adha, Kolesterol Bisa Naik Diam-Diam
- 26 Mei 2026 11:42 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Konsumsi daging merah yang berulang kali dalam sehari saat Idul Adha memicu kolesterol dan asam urat melonjak drastis.
- Ahli gizi menyoroti cara pengolahan dengan santan dan jeroan sebagai pemicu utama, bukan semata-mata daging kambing.
- Masyarakat disarankan mengimbangi dengan serat, metode bakar atau rebus, serta olahraga ringan pasca-makan.
RRI.CO.ID, Jakarta: Aroma sate yang dibakar, kuah gulai yang gurih, hingga tongseng kambing yang menggoda memang menjadi “menu wajib” saat Idul Adha. Tak sedikit orang yang sejak pagi sudah mulai menyantap aneka olahan daging sapi maupun kambing bersama keluarga dan tetangga.
Namun di balik nikmatnya hidangan Lebaran Kurban, ada hal yang sering terlupakan: konsumsi daging berlebihan dapat memicu lonjakan kolesterol, tekanan darah, hingga gangguan kesehatan lainnya jika tidak dikontrol.
Momen Idul Adha memang identik dengan konsumsi protein hewani yang meningkat drastis. Banyak orang tanpa sadar makan daging berulang kali dalam sehari, mulai dari sate, semur, rendang, tengkleng, hingga gulai bersantan.
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Tan Shot Yen, dalam berbagai edukasi kesehatannya kerap mengingatkan bahwa masalah utama bukan hanya pada dagingnya, tetapi juga cara pengolahan dan jumlah konsumsi yang berlebihan.
“Yang sering jadi masalah saat hari raya itu bukan makan daging sekali, tetapi berulang kali, ditambah santan, jeroan, dan minim sayur,” ujarnya dalam edukasi kesehatan yang pernah disampaikan melalui media publik.
Hal senada juga diingatkan oleh ahli gizi masyarakat, Prof. Hardinsyah, yang menyebut konsumsi daging merah tetap aman selama porsinya terkontrol dan diimbangi serat dari sayur serta buah.
Menurutnya, masyarakat perlu lebih bijak saat menikmati hidangan Idul Adha agar tubuh tidak “kaget” menerima asupan lemak dan kolesterol tinggi dalam waktu singkat.
Daging kambing sendiri sering dianggap penyebab utama kolesterol naik. Padahal, sejumlah ahli menyebut kandungan kolesterol daging kambing tidak selalu lebih tinggi dibanding daging sapi. Yang perlu diwaspadai justru pola makan berlebihan, penggunaan santan pekat, gorengan, serta minim aktivitas fisik.
Selain kolesterol, konsumsi daging berlebihan juga dapat memicu asam urat, tekanan darah meningkat, gangguan pencernaan, hingga memperberat kerja jantung bagi orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Karena itu, masyarakat disarankan tetap menikmati hidangan kurban secara bijak. Beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan antara lain memperbanyak sayur dan buah, membatasi santan dan jeroan, memilih metode bakar atau rebus dibanding goreng, serta memperbanyak minum air putih.
Olahraga ringan setelah makan dan mengatur porsi juga penting agar tubuh tetap fit selama perayaan Idul Adha.
Pada akhirnya, Idul Adha bukan soal “balas dendam” makan daging, tetapi bagaimana menikmati kebersamaan dan berbagi dengan tetap menjaga kesehatan tubuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....