Waspadai Virus Nipah, Tetap Tenang

  • 27 Jan 2026 11:53 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Laporan kemunculan kembali kasus virus Nipah di India menjadi perhatian komunitas kesehatan global. Penyakit ini dinilai perlu diwaspadai karena memiliki tingkat fatalitas tinggi dan hingga kini belum tersedia vaksin.

Melalui akun Instagram pribadinya, dokter spesialis paru Prof. Erlina Burhan menjelaskan virus Nipah termasuk dalam WHO R&D Blueprint. Artinya, virus ini berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan global dan memerlukan kewaspadaan serius.

“Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi dan sampai saat ini belum ada vaksin,” tulis Erlina Burhan dalam keterangannya. Penyakit ini diketahui berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia.

Virus Nipah dibawa oleh kelelawar buah dan dapat menular melalui beberapa jalur. Penularan dapat terjadi akibat kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, serta cairan tubuh pasien.

Menurut Erlina, gejala awal virus Nipah umumnya menyerupai flu. Penderita dapat mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan.

“Pada sebagian kasus, pasien dapat mengalami sesak napas, pneumonia, hingga peradangan otak,” tulisnya. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi serius bila tidak ditangani secara cepat.

Masa inkubasi virus Nipah berkisar antara empat hingga 21 hari. Karena itu, pemantauan terhadap individu yang berisiko terpapar menjadi langkah penting dalam pengendalian penyakit.

Erlina mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan. Menghindari kontak dengan hewan berisiko, mencuci buah dan sayur hingga bersih, serta memasak makanan sampai matang menjadi langkah dasar yang dianjurkan.

Selain itu, kebiasaan mencuci tangan dengan air bersih dan sabun perlu terus dibiasakan. Penggunaan alat pelindung diri juga diperlukan bagi mereka yang berinteraksi dengan hewan atau pasien terinfeksi.

Meski demikian, Erlina menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Kewaspadaan perlu dibarengi dengan sikap tenang dan rasional.

“Jangan panik, tetap jaga imunitas dengan pola hidup sehat,” tulisnya. Ia mendorong otoritas kesehatan untuk terus melakukan pemantauan sesuai perkembangan global.

Baca Juga : Dinkes Jakarta Perkuat Kewaspadaan Hadapi Ancaman Virus Nipah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....