Kalventis Hadirkan Vaksin Influenza Trivalent Sesuai Rekomendasi WHO
- 23 Apr 2026 14:52 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usahanya, PT Kalventis Sinergi Farma (Kalventis), berkomitmen memperkuat ketahanan kesehatan nasional, dengan menghadirkan vaksin influenza trivalent. Langkah itu selaras dengan World Health Organization (WHO), yang merekomendasikan transisi penggunaan vaksin influenza quadrivalent (QIV), ke vaksin influenza trivalent (TIV).
Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno menyatakan, pihaknya berkomitmen menyediakan solusi pencegahan penyakit menular yang mutakhir, dan efektif bagi masyarakat Indonesia. Yakni dengan menghadirkan vaksin influenza trivalent.
“Ketersediaan vaksin ini penting, untuk untuk mencegah perburukan akibat penyakit influenza, risiko rawat inap, dan kematian. Upaya ini juga mendukung tema World Immunization Week, yaitu "For Every Generation, Vaccines Work" yang mengingatkan kita mengenai manfaat perlindungan vaksin di segala usia, demi memperpanjang harapan hidup,” ujar Vidi Agiorno di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Ia menyatakan, influenza masih menjadi ancaman kesehatan pernapasan global yang signifikan, dengan perkiraan 290.000 hingga 650.000 kematian setiap tahunnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di negara tropis seperti Indonesia, sirkulasi virus yang terjadi sepanjang tahun, menjadikan influenza sebagai tantangan kesehatan masyarakat, yang perlu diantisipasi secara berkelanjutan.
“Sebagai perusahaan farmasi yang berlandaskan sains dan data, Kalventis bersama Kalbe menghadirkan solusi kesehatan yang selaras rekomendasi WHO. Kalventis juga membangun ekosistem yang mencakup edukasi bagi tenaga kesehatan, penyediaan informasi layanan vaksinasi yang mudah diakses, serta kampanye kesadaran publik untuk mencapai herd immunity, dan memastikan setiap keluarga Indonesia mendapatkan perlindungan optimal dari risiko influenza,” kata Vidi
Sejalan dengan hal tersebut, vaksin influenza tetap berperan penting dalam melindungi masyarakat, dari risiko infeksi dan komplikasi. Dalam beberapa tahun terakhir, para ahli kesehatan global, termasuk WHO, tidak lagi menemukan sirkulasi virus B/Yamagata, sehingga mendorong penyesuaian komposisi vaksin. Perubahan rekomendasi WHO ini mencerminkan dinamika epidemiologi influenza global, yang perlu direspons secara ilmiah dan adaptif.
Sementara itu, Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Soedjatmiko menyatakan, selama lebih dari satu dekade, vaksin quadrivalent dikembangkan untuk melindungi dari dua galur virus flu jenis A, yaitu H1N1 dan H3N2, serta dua galur virus flu jenis B yaitu Victoria dan Yamagata. “Namun, sejak tahun 2020, virus B/Yamagata tidak ditemukan lagi di seluruh dunia. Oleh karena itu, pada 2023, WHO menilai keberadaan komponen virus B/Yamagata dalam vaksin, tidak diperlukan lagi,” kata Prof. Soedjatmiko.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa vaksin influenza trivalent memiliki profil imunogenisitas, efektivitas, dan keamanan yang sebanding dengan vaksin quadrivalent. Prof. Soedjatmiko pun menambahkan, efektivitas vaksin ditentukan oleh kesesuaian antigen dengan virus yang beredar. Dengan demikian, vaksin influenza trivalent tetap memberikan perlindungan optimal, terhadap ancaman influenza.
“Transisi dari QIV ke TIV bukanlah bentuk pengurangan perlindungan, melainkan optimalisasi vaksin sesuai dengan bukti ilmiah terbaru. Fokus utama tetap pada vaksin influenza trivalent, untuk melindungi seluruh anggota keluarga, dari bayi hingga lansia, dengan harga yang lebih ekonomis, sehingga dapat diberikan setiap tahun. Jadwal imunisasi anak dan dewasa juga tetap sama,” ucap Prof. Soedjatmiko.
Meskipun kerap dianggap ringan, influenza dapat berdampak serius, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, dan anak-anak. Secara global, tingkat kejadian influenza pada anak mencapai 20–30 persen. Persentase itu lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....