Dinkes Jakarta Perkuat Kewaspadaan Hadapi Ancaman Virus Nipah

  • 27 Jan 2026 10:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Dinas Kesehatan atau Dinkes Provinsi DKI Jakarta memperkuat kewaspadaan terhadap ancaman virus Nipah meski belum ada laporan kasus di Indonesia. Langkah ini dilakukan karena peningkatan kasus dilaporkan terjadi di India dan Bangladesh serta tingginya angka kematian akibat infeksi tersebut.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Budi Setiawan, menyatakan seluruh fasilitas kesehatan telah mengaktifkan sistem kewaspadaan penyakit infeksi emerging. “Semua puskesmas dan rumah sakit sudah memiliki sistem pelaporan surveilans rutin untuk mendeteksi gejala yang mengarah ke virus Nipah,” ujar Budi Setiawan di 91,2FM Pro1 RRI Jakarta pada , Selasa, 27 Januari 2026. 

Ia menegaskan, virus Nipah termasuk penyakit zoonosis yang penularannya berasal dari hewan seperti kelelawar dan babi. Penularan dapat terjadi melalui makanan yang terkontaminasi, terutama buah yang tidak dicuci bersih sebelum dikonsumsi.

Menurutnya, tingkat kematian akibat virus Nipah tergolong tinggi berdasarkan laporan global. “Di beberapa negara, tingkat kematian pasien terdiagnosis bisa mencapai empat puluh hingga tujuh puluh persen,” kata Budi Setiawan.

Gejala awal infeksi umumnya menyerupai influenza seperti demam, sakit kepala, mual, muntah, dan penurunan kesadaran. Ia meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut setelah bepergian dari negara dengan peningkatan kasus.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga memastikan tenaga medis dan laboratorium rujukan siap melakukan deteksi dini. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan melalui kerja sama dengan laboratorium tingkat nasional bila ditemukan kasus suspek.

Sementara itu, kantor berita Antara melaporkan Otoritas Penerbangan Sipil Thailand mulai menerapkan skrining kesehatan bagi penerbangan dari wilayah berisiko di India. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah masuknya virus Nipah, meski Thailand belum melaporkan kasus.

Budi Setiawan mengingatkan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS sebagai langkah pencegahan. “Cuci tangan pakai sabun, cuci buah sebelum dimakan, dan laporkan jika ada hewan sakit atau mati mendadak,” ucapnya.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....