Sejumlah Menteri akan Hadiri Malam Penganugerahan InTechSEA Award 2026

  • 13 Sep 2026 10:12 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan menghadiri acara penganugerahan InTechSEA Awards 2026 yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin pada 14 September 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta.
  • Acara ini akan menghadirkan berbagai pejabat pemerintah termasuk Menko Infrastruktur AHY, Menko Pangan Zulkifli Hasan, serta pengusaha nasional Arsjad Rasjid dan para pemimpin perusahaan.
  • InTechSEA Awards 2026 merupakan perhelatan besar yang mempertemukan sektor pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan para inovator dalam satu platform untuk mendorong inovasi berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, akan menghadiri malam penganugerahan, Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026, yang akan digelar Universitas Hasanuddin (Unhas), di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin, 14 September 2026. InTechSEA tahun ini akan menjadi perhelatan besar yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan para inovator dalam satu panggung.

Selain Bahlil, sejumlah menteri lainnya akan hadir, di antaranya Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko Pangan Zulkifli Hasan, serta pengusaha nasional Arsjad Rasjid. Dan para pemimpin perusahaan dari berbagai sektor.

Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Universitas Hasanuddin, Asmi Citra Malina, mengatakan kepastian kehadiran Bahlil semakin memperkuat posisi InTechSEA. Sebagai forum yang mempertemukan inovasi dengan pengambil kebijakan dan dunia industri.

“Kepastian kehadiran Menteri ESDM diperoleh, setelah tim Unhas melakukan audiensi dengan Kementerian ESDM. Kementerian juga menyambut positif penyelenggaraan InTechSEA, dan mengusulkan kategori Hilirisasi Pertambangan, yang relevan dengan agenda peningkatan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia,” ujar Asmi Citra, Sabtu, 12 September 2026.

Gaung InTechSEA, lanjut Asmi, juga terlihat dari tingginya partisipasi dunia usaha. Lebih dari 80 perusahaan mengikuti rangkaian InTechSEA Awards 2026. Mereka berasal dari beragam sektor, mulai dari energi, minyak dan gas, pertambangan, industri, jasa keuangan, hingga perusahaan yang menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan.

“Di antara perusahaan yang berpartisipasi adalah PT Pertamina Gas, Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd., PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Hadji Kalla. Dan PT Asuransi Kredit Indonesia, bersama puluhan perusahaan lainnya,” katanya.

Besarnya keterlibatan korporasi membuat InTechSEA, tidak lagi sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan. Forum itu mulai tumbuh sebagai titik temu antara kampus, korporasi, pemerintah, dan inovator, untuk membicarakan bagaimana teknologi dan inovasi, dapat menjawab persoalan sosial dan lingkungan, sekaligus memiliki peluang untuk diterapkan dalam skala yang lebih luas.

Menurut Asmi, malam penganugerahan di Four Seasons Hotel Jakarta, dirancang menjadi puncak seluruh rangkaian InTechSEA 2026. Kehadiran Bahlil Lahadalia memiliki relevansi kuat, karena sejumlah isu utama yang dinilai dalam InTechSEA, bersentuhan langsung dengan transformasi sektor energi, seperti efisiensi energi, transisi menuju energi terbarukan, pengurangan emisi, pengelolaan sumber daya, serta hilirisasi.

Dalam kategori Environment, misalnya, InTechSEA memberikan perhatian pada transformasi energi, ketahanan sumber daya air, pengelolaan limbah dan bahan berbahaya. Kemudian strategi penurunan emisi, serta ekonomi sirkular.

Kehadiran Arsjad Rasjid juga memberikan warna tersendiri. InTechSEA 2026 menghadirkan The Arsjad Rasjid Award for Sustainability Innovation, penghargaan khusus bagi mahasiswa yang mampu melahirkan gagasan solutif, riset, maupun penerapan inovasi berbasis sains dan teknologi, untuk menjawab tantangan keberlanjutan.

“Bapak Arsjad dikenal sebagai salah satu tokoh penting dunia usaha Indonesia. Dan menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, serta Ketua Umum B57+ Asia Pacific Chapter,” kata Asmi.

Pertemuan para menteri, pemimpin korporasi, akademisi, dan inovator itu mencerminkan gagasan besar di balik InTechSEA: inovasi membutuhkan ekosistem. Perguruan tinggi dapat melahirkan pengetahuan dan teknologi, tetapi pemerintah memiliki instrumen kebijakan, sementara dunia usaha memiliki kemampuan untuk membawa inovasi, menuju implementasi dan skala yang lebih luas.

Mengusung tema “Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future”, InTechSEA 2026 berangkat dari gagasan inovasi perguruan tinggi, tidak semestinya berhenti pada jurnal dan publikasi ilmiah. Riset perlu menemukan jalan menuju masyarakat. Teknologi perlu menjawab kebutuhan industri. Inovasi juga harus mampu memberikan dampak yang dapat diukur bagi lingkungan dan kehidupan sosial.

Karena itu, InTechSEA tidak hanya menilai kebaruan teknologi atau novelty. Penilaian juga memberikan perhatian besar pada potensi implementasi, dampak sosial, keberlanjutan lingkungan, kesiapan hilirisasi, serta peluang inovasi untuk diadopsi oleh pengguna maupun dunia usaha.

Para penerima penghargaan akan dikelompokkan dalam tingkatan Platinum, Gold, dan Silver, berdasarkan akumulasi penilaian risalah dan presentasi. Dalam publikasi sebelumnya, Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina, mengatakan InTechSEA ingin melibatkan pengambil kebijakan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan nasional, sehingga dapat menjadi salah satu referensi nasional, dalam memberikan apresiasi terhadap inovasi sosial, lingkungan, dan teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....