Padukan Strategi Bisnis dan Komunikasi Strategis, LSPR- SBM ITB Luncurkan Mini MBA
- 04 Sep 2026 22:48 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah perubahan teknologi, dinamika pasar, dan tuntutan stakeholder yang semakin kompleks, pemimpin membutuhkan kemampuan untuk menghubungkan strategi bisnis dengan komunikasi yang membangun kepercayaan.
Kebutuhan tersebut mendorong LSPR Institute of Communication and Business (LSPR Institute) dan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) meluncurkan Mini MBA in Strategic Communication and Business Leadership. Program eksekutif ini dirancang untuk mempertemukan kemampuan strategi bisnis dan komunikasi strategis dalam pengembangan kepemimpinan.
Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan dua institusi. SBM ITB membawa keahlian dalam strategi bisnis, model bisnis, inovasi, dan pengambilan keputusan berbasis data, sementara LSPR Institute menghadirkan pengalaman dalam komunikasi strategis, reputasi korporat, komunikasi krisis, dan pengelolaan stakeholder.
Dalam dunia bisnis, keputusan tidak berhenti di ruang rapat. Strategi yang sudah dirancang harus dijelaskan, dipahami, dan mendapatkan dukungan dari orang-orang yang akan menjalankannya maupun stakeholder yang terdampak.
Karena itu, pemimpin masa kini menghadapi dua pertanyaan sekaligus: keputusan apa yang tepat bagi bisnis, dan bagaimana membuat orang percaya terhadap keputusan tersebut.
“Kebutuhan pemimpin saat ini tidak lagi terkotak-kotak. Keberhasilan eksekusi strategi bisnis sangat bergantung pada seberapa efektif pemimpin mampu menyelaraskan tindakan dengan harapan pemangku kepentingan. Kolaborasi SBM ITB dan LSPR menghadirkan program terintegrasi agar para eksekutif mampu merancang strategi yang tidak hanya bernilai secara finansial tetapi juga mendapatkan dukungan dari ekosistem bisnisnya,” ujar Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA., MCIPR, APR, FIPR, Founder & CEO LSPR Institute dalam keterangan resminya, Jum'at, 4 September 2026.

Program ini tidak hanya membahas bagaimana bisnis menciptakan nilai, tetapi juga bagaimana pemimpin mengomunikasikan keputusan, mengelola stakeholder, menjaga reputasi, dan menghadapi krisis.
Mini MBA ini menggabungkan empat bidang utama antara lain strategi bisnis dan pengambilan keputusan; inovasi dan penciptaan nilai; komunikasi strategis dan stakeholder engagement; serta reputasi, brand, dan crisis communication.
Prita Kemal Gani menyampaikan bahwa melalui kombinasi tersebut, peserta diharapkan mampu melihat persoalan bisnis secara lebih utuh. Mereka tidak hanya dituntut mampu membaca pasar dan menemukan peluang, tetapi juga memahami bagaimana keputusan bisnis memengaruhi manusia, organisasi, reputasi, dan hubungan dengan stakeholder.
Program ini ditujukan bagi manajer senior, kepala unit bisnis, pimpinan komunikasi korporat, profesional Public Relations, serta future leaders yang membutuhkan perspektif lintas disiplin untuk menghadapi tantangan kepemimpinan.
"Saat ini kemampuan bisnis dan komunikasi semakin sulit dipisahkan," kata Dr. Yuliana Riana Prasetyawati, M.M., Ketua Tim Program Mini MBA LSPR x SBM ITB sekaligus Dekan Fakultas Bisnis LSPR Institute.
Sementara itu, Prof. Donald Crestofel Lantu, S.T., MBA, Ph.D, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Sekolah Bisnis dan Manajemen(SBM) - Institut Teknologi Bandung mengatakan bahwa komunikasi yang berdampak dapat mendukung strategi bisnis.
“Pemimpin transformatif adalah mereka yang mampu menghubungkan hal-hal yang sering dipisahkan: strategi dan komunikasi, bisnis dan masyarakat, kinerja dan tujuan, pengambilan keputusan dan kepercayaan, serta pemikiran dan tindakan Program Mini MBA hasil sinergi LSPR Institute dan SBM ITB ini lahir sebagai jawaban atas kebutuhan akan pemimpin masa depan, eksekutif yang tidak hanya jeli melihat peluang bisnis dan menciptakan inovasi, tetapi juga piawai mengartikulasikan visi serta mengelola reputasi pemangku kepentingan secara holistik," ucapnya.

Kolaborasi ini dibangun atas keyakinan bahwa strategi dan komunikasi tidak dapat lagi dipandang sebagai dua kapabilitas yang terpisah. Strategi memberikan arah dan menciptakan nilai, sementara komunikasi membangun pemahaman, kepercayaan, dan dukungan yang memungkinkan strategi tersebut diwujudkan.
Melalui Mini MBA in Strategic Communication and Business Leadership, kedua institusi ingin mempersiapkan pemimpin yang mampu menghubungkan keputusan bisnis dengan kebutuhan manusia dan stakeholder di sekitarnya. Pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya tentang mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga mampu menjelaskan mengapa hal itu harus dilakukan dan membuat orang lain percaya untuk ikut bergerak.
“Pemimpin masa depan tidak cukup hanya mampu menentukan ke mana bisnis harus pergi. Mereka juga harus mampu membuat orang percaya mengapa bisnis harus pergi ke sana,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....