ISoBISPRO 2026 Perkuat Kolaborasi Internasional Bidang Bahasa dan Komunikasi
- 05 Agt 2026 17:37 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Program Studi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (BISPRO) Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) kembali menyelenggarakan The 5th International Seminar of Business and Professional Communication (ISoBISPRO) pada 22 Juli 2026. Setelah pelaksanaan pertama hingga keempat dilaksanakan di PNJ, untuk pertama kalinya, seminar internasional ini diselenggarakan diluar kampus melalui kolaborasi dengan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali dan berlangsung secara hibrida.
Forum akademik tahunan ini menjadi wadah bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk berbagi gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, serta memperkuat jejaring kolaborasi di bidang bahasa, komunikasi bisnis, dan penerjemahan. Seminar ini, secara konsisten menjadi ruang diskusi ilmiah mengenai berbagai isu strategis yang berkembang di dunia profesional dan industry.
Mengusung tema “Interpreting and Professional Communication in the Digital and Industrial Era”, ISoBISPRO 2026 menyoroti semakin pentingnya peran penerjemahan lisan (interpreting), penerjemahan tertulis (translation), serta komunikasi profesional dalam menghadapi transformasi digital yang semakin pesat.
Kaprodi Bispro PNJ Farizka Humolungo, S.Pd., M.A. mengatakan, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), digitalisasi komunikasi, serta meningkatnya interaksi multibahasa di berbagai sektor industri menjadi latar belakang utama pemilihan tema tersebut.
Seminar yang didanai oleh DIPA PNJ ini menghadirkan pembahasan berbagai isu kontemporer, mulai dari linguistik terapan, komunikasi bisnis dan profesional, Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (English for Specific Purposes/ESP), studi penerjemahan dan interpretasi, pemanfaatan teknologi bahasa dan kecerdasan buatan dalam komunikasi, komunikasi digital dan multimodal, hingga inovasi dalam pendidikan bahasa.
“Beragam topik tersebut menjadi ruang diskusi yang relevan bagi akademisi maupun praktisi dalam menjawab tantangan komunikasi di era global,” ujar Farizka Humolungo dalam keterangan resminya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Sebagai konferensi internasional, ISoBISPRO 2026 menghadirkan narasumber dari berbagai institusi terkemuka, baik dari dalam maupun luar negeri. Mereka adalah Prof. Alexandra Ludewig dari The University of Western Australia, Dr. Mohammed H. Alaqad dari University of Malaya, Dr. Drs. I Wayan Ana, M.Hum. dari Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Dra. Ina Sukaesih, M.M., M.Hum. dari Politeknik Negeri Jakarta, serta Inanti P. Diran, Ed.M., dari Association Internationale des Interprètes de Conférence yang telah berpengalaman dalam bidang interpretasi konferensi internasional.
Para pembicara membagikan perspektif mengenai perkembangan penerjemahan dan komunikasi profesional di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital. Diskusi yang berlangsung tidak hanya membahas tantangan yang dihadapi profesi penerjemah dan komunikator profesional, tetapi juga berbagai peluang yang muncul melalui pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, untuk mendukung komunikasi lintas bahasa dan budaya.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran berbagai kalangan, mulai dari dosen, peneliti, mahasiswa, hingga praktisi dari Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Warmadewa, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Kehadiran peserta dari berbagai institusi tersebut memperkuat fungsi ISoBISPRO sebagai forum pertukaran pengetahuan sekaligus sarana membangun jejaring akademik dan profesional.
“Penyelenggaraan ISoBISPRO 2026 di Universitas Warmadewa menjadi tonggak penting dalam perjalanan seminar internasional ini. Setelah empat tahun berturut-turut dilaksanakan di Kampus Politeknik Negeri Jakarta, penyelenggaraan di Bali mencerminkan semakin luasnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan riset dan inovasi di bidang bahasa, komunikasi bisnis, dan penerjemahan,” katanya.
Melalui ISoBISPRO, Program Studi BISPRO Politeknik Negeri Jakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya akademik yang kolaboratif, memperluas jejaring internasional, serta menghasilkan forum ilmiah yang mampu menjawab tantangan komunikasi profesional di era digital. Seminar ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi katalis lahirnya berbagai kerja sama penelitian dan pengembangan keilmuan yang memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan, industri, dan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....