Ini Cara Akses Smart PAI di Gawai, Bisa Baca Puluhan Buku Gratis dan Tanya AI

  • 19 Agt 2026 07:27 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Guru, siswa, mahasiswa, dan masyarakat dapat mengakses buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti secara digital melalui platform Smart PAI menggunakan gawai. Pengguna cukup membuka laman Smart PAI, melakukan registrasi, kemudian masuk menggunakan akun yang telah dibuat untuk membaca atau mengunduh buku yang tersedia.

Smart PAI menyediakan 40 buku PAI dan Budi Pekerti yang mencakup 39 buku teks utama untuk jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK/SLB serta satu buku ajar PAI untuk perguruan tinggi umum. Buku-buku tersebut telah diklasifikasikan berdasarkan jenjang pendidikan sehingga pengguna dapat mencari materi sesuai kebutuhannya.

Cara mengakses Smart PAI melalui gawai:

  1. Buka laman Smart PAI (https://smartpai.kemenag.go.id/) melalui peramban di gawai.
  2. Pilih menu Registrasi.
  3. Isi data yang diminta, seperti jenjang pendidikan, nama lengkap, tanggal lahir, alamat email, nomor telepon, dan alamat domisili.
  4. Setelah registrasi berhasil, periksa email untuk membuat kata sandi.
  5. Login menggunakan alamat email dan kata sandi yang telah dibuat.
  6. Setelah masuk, pengguna dapat memilih buku PAI yang tersedia untuk dibaca atau diunduh.

Smart PAI pertama kali diluncurkan pada awal Agustus lalu oleh Kementerian Agama. Dalam simulasi penggunaan Smart PAI, tim pengembang Aditya Putri Pertiwi mengatakan platform tersebut dapat digunakan untuk mengakses buku dari berbagai tempat dan waktu.

"Semua buku yang diluncurkan bisa diakses dari mana pun, kapan pun, dan di mana saja," kata Aditya, sebagaimana dikutip dari siaran pers Rabu 19 Agustus 2026.

Selain buku digital, Smart PAI memiliki sejumlah fitur lain, antara lain kelas interaktif, bank soal, registrasi peserta dan guru, Al-Qur'an digital yang terhubung dengan Quran Kemenag, kanal berita PAI, agenda kegiatan, serta asisten berbasis kecerdasan buatan (AI).

Fitur AI memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan mengenai materi yang terdapat dalam buku-buku resmi yang tersedia di Smart PAI. Sistem tersebut dirancang untuk memberikan jawaban berdasarkan 40 buku yang menjadi sumber pengetahuan AI pada platform tersebut.

"Jika informasi yang ditanyakan tidak terdapat dalam buku-buku tersebut, sistem akan menjawab bahwa informasi itu tidak tersedia," ujar Aditya.

Pengguna dapat memanfaatkan fitur tersebut untuk mencari materi tertentu, termasuk topik Kurikulum Cinta, maupun menemukan buku dan halaman yang membahas suatu materi. Dengan pembatasan sumber tersebut, informasi yang diberikan asisten AI diarahkan tetap berada dalam materi resmi yang tersedia di platform.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan teknologi tidak ditujukan untuk menggantikan peran guru dalam proses pendidikan. Menurutnya, teknologi dapat membantu proses penyampaian pengetahuan, sedangkan pembentukan karakter dan penanaman nilai tetap membutuhkan peran pendidik.

"Transfer pengetahuan bisa dibantu teknologi. Tetapi transfer nilai tidak akan pernah selesai dan tidak bisa digantikan oleh mesin," kata Amien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....