Kisah Lahirnya Game Tetris di Balik Perang Dingin

  • 06 Jun 2026 12:10 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Pada 6 Juni 1984, di sebuah ruang kerja sederhana di Akademi Ilmu Pengetahuan Uni Soviet, seorang pemrogram muda bernama Alexey Pajitnov duduk di depan komputer Elektronika 60. Mesin itu besar, lambat, dan jauh dari kata modern. Namun dari perangkat terbatas itulah lahir sebuah ide yang kelak mengubah wajah industri gim dunia.

Ia tidak sedang merancang revolusi. Ia hanya mencoba menguji logika komputer melalui permainan teka-teki berbasis bentuk geometris. Namun justru dari eksperimen sederhana itu, Tetris lahir—sebuah permainan yang melampaui batas teknologi, bahasa, bahkan ideologi Perang Dingin.

Hari itu, tanpa disadari, sejarah hiburan digital dunia berubah arah.


Alexey Pajitnov, perancang video game Tetris, difoto di Moskow pada 1989, beberapa tahun setelah karyanya menjadi salah satu game paling berpengaruh di dunia. (Foto: britannica)


Ketika Blok Digital Pertama Jatuh

Awal 1980-an di Uni Soviet adalah masa ketika komputer belum menjadi perangkat pribadi. Mesin seperti Elektronika 60 digunakan di lembaga penelitian negara dengan kemampuan terbatas dan tanpa antarmuka grafis modern.

Di tengah keterbatasan itu, para peneliti mencoba menjadikan komputer sebagai alat eksperimen logika dan matematika. Di Akademi Ilmu Pengetahuan Uni Soviet, ruang kerja menjadi tempat lahirnya berbagai simulasi sederhana yang menguji kemampuan komputasi.

Menurut catatan Britannica yang kami akses pada Sabtu, 6 Juni 2026, Tetris kemudian berkembang sebagai game puzzle berbasis logika ruang yang menuntut pemain menyusun blok jatuh menjadi barisan horizontal tanpa celah.

Namun pada 1984, semua itu belum ada. Yang ada hanya eksperimen sederhana Alexey Pajitnov yang mencoba memvisualisasikan konsep “penyusunan bentuk” ke dalam layar komputer.

Ia mengambil inspirasi dari permainan papan pentomino, lalu menyederhanakannya menjadi empat kotak per bentuk agar bisa diproses oleh komputer Elektronika 60.

Dari sini, sebuah pola digital yang kelak dikenal dunia mulai terbentuk.

Sosok Alexey Pajitnov dan Dunia Siber Soviet

Alexey Pajitnov bekerja sebagai peneliti di bidang kecerdasan komputasi di Akademi Ilmu Pengetahuan Uni Soviet. Ia tumbuh dalam ekosistem sains Soviet yang sangat ketat dan terpusat pada riset negara.

Dalam banyak catatan sejarah teknologi, Pajitnov digambarkan sebagai ilmuwan yang melihat komputer bukan sekadar alat hitung, tetapi juga media untuk eksperimen kreatif berbasis logika manusia.

Sejarawan teknologi dari berbagai sumber menyebut bahwa pendekatan seperti ini jarang muncul pada era itu, karena sebagian besar riset komputer difokuskan pada militer dan industri.

Namun Pajitnov memilih jalur berbeda: ia menciptakan permainan.

Ia kemudian menggabungkan kata “tetra” (empat) dan “tennis” untuk menamai karyanya: Tetris.


Ilustrasi. Seseorang memegang konsol gim video klasik yang mencerminkan era awal perkembangan industri game, simbol nostalgia budaya digital generasi awal. (Foto: cottonbro studio/pexels)

Proses Lahirnya Tetris

Proses penciptaan Tetris dimulai pada musim panas 1984. Pajitnov menulis program sederhana yang menghasilkan balok-balok empat kotak yang jatuh dari atas layar.

Sistem ini kemudian berkembang menjadi mekanisme permainan: pemain harus memutar dan menyusun blok agar membentuk garis horizontal tanpa celah.

Pada tahap awal, Tetris bahkan tidak memiliki grafis modern. Semua elemen divisualisasikan dengan karakter teks pada layar Elektronika 60.

Meski sederhana, sistem ini menuntut presisi logika yang tinggi kata History.com. Komputer harus menghitung posisi, rotasi, dan kecepatan jatuh secara real time, sesuatu yang sangat menantang untuk teknologi saat itu.

Rekan-rekan Pajitnov kemudian membuat versi yang lebih mudah dimainkan di komputer IBM, yang memungkinkan permainan ini menyebar di lingkungan akademi.

Dari ruang kerja kecil di Moskow, Tetris mulai bergerak keluar tanpa kontrol komersial.

Mengapa Tetris Mengubah Dunia

Menurut Britannica, Tetris menjadi salah satu game puzzle paling berpengaruh karena kesederhanaan mekaniknya yang universal: menyusun bentuk jatuh menjadi struktur utuh.

Konsep ini menciptakan pola permainan yang mudah dipahami tetapi sulit dikuasai.

Ketika Tetris menyebar ke luar Uni Soviet, terutama melalui versi komputer IBM dan kemudian konsol Nintendo Game Boy, game ini menjadi fenomena global.

Peneliti psikologi kognitif kemudian menemukan bahwa permainan ini memengaruhi cara otak memproses pola visual dan ruang.

Dari sini lahir istilah Tetris Effect, yaitu kondisi ketika pemain terus melihat pola blok dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena ini menjadikan Tetris bukan hanya game, tetapi juga objek studi ilmiah.

Fakta Tersembunyi di Balik Popularitas

Di balik kesuksesan Tetris, terdapat kisah kompleks yang melibatkan perebutan lisensi internasional pada akhir 1980-an.

Menurut laporan sejarah industri game, seorang pengusaha bernama Robert Stein mencoba mengamankan hak distribusi Tetris dari Uni Soviet, namun proses komunikasi yang terbatas membuat terjadi kesalahpahaman kontrak.

History.com mencatat bahwa Stein mencoba mengamankan hak lisensi Tetris meski komunikasi dengan Uni Soviet sangat terbatas, dilakukan melalui telex dan pesan tertulis. Kesalahpahaman dalam komunikasi awal ini menjadi pintu masuk konflik lisensi internasional yang panjang.

Di sisi lain, Pajitnov sendiri pada awalnya tidak memperoleh keuntungan finansial dari karyanya karena hak cipta berada di tangan negara.

Fakta lain yang jarang diketahui menurut arsip resmi dan materi publik Tetris Company (tetris.com) adalah bahwa Tetris sempat menjadi salah satu game pertama yang dimainkan di luar angkasa, memperkuat statusnya sebagai ikon global.

Warisan Tetris di Era Modern

Hampir empat dekade setelah kelahirannya, Tetris tetap bertahan sebagai salah satu game paling berpengaruh di dunia.

Game ini telah berkembang ke berbagai platform: komputer, konsol, mobile, hingga instalasi seni digital.

Menurut Guinness World Records, Tetris tercatat sebagai salah satu video game terlaris sepanjang masa.

Selain hiburan, Tetris juga digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, mulai dari terapi stres hingga studi gangguan trauma.

Fenomena Tetris Effect bahkan menjadi bahan kajian dalam psikologi kognitif modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....