Dwarapala Luncurkan Wolvesight, Platform Keamanan Siber Berbasis AI
- 04 Jun 2026 17:08 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Wolvesight, platform keamanan siber berbasis Artificial Intelligence buatan Dwarapala, perusahaan konsultan keamanan siber asal Indonesia, resmi diluncurkan untuk membantu bank dan perusahaan keuangan mendeteksi celah business logic yang sering luput dari pemindaian keamanan konvensional. Peluncuran ini berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Platform keamanan siber buatan Indonesia ini membantu institusi keuangan mensimulasikan serangan terkontrol terhadap alur transaksi, otorisasi, dan workflow bisnis yang kerap luput dari vulnerability scanner konvensional.
Platform keamanan siber berbasis Artificial Intelligence ini berbeda dengan vulnerability scanner yang umumnya mendeteksi celah teknis seperti SQL Injection, Cross-Site Scripting (XSS), atau konfigurasi sistem yang lemah, Wolvesight dirancang untuk menguji apakah alur bisnis di dalam aplikasi benar-benar berjalan aman. Celah business logic biasanya muncul ketika aturan bisnis, proses otorisasi, limit transaksi, atau hak akses pengguna tidak diterapkan secara ketat di dalam aplikasi.
Dalam praktiknya, celah semacam ini dapat memungkinkan pelaku melakukan tindakan yang seharusnya tidak diizinkan, seperti memanipulasi nominal transaksi, melewati batas transfer, mengubah parameter di tengah proses, melakukan bypass persetujuan berjenjang, atau menyalahgunakan hak akses pada level pengguna tertentu.

"Di sektor perbankan dan keuangan digital, kerugian besar tidak selalu terjadi karena kode programnya jebol. Sering kali masalahnya ada pada logika bisnis yang tidak cukup kuat dalam mengatur alur transaksi, persetujuan, dan otorisasi. Selama ini pengujian terhadap bagian tersebut masih sangat manual dan bisa memakan waktu berminggu-minggu. Wolvesight membuat proses itu jauh lebih cepat, mendalam, dan berbasis bukti," ujar Thomas Gregory, pendiri Wolvesight, melalui keterangannya di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Wolvesight menggunakan pendekatan multi-agent Al yang bekerja seperti tim penguji keamanan otonom untuk membaca alur aplikasi, menyusun skenario serangan, menjalankan simulasi eksploitasi terkontrol, dan menghasilkan laporan temuan berbasis bukti. Setiap hasil pengujian tetap divalidasi oleh senior pentester berpengalaman lebih dari 15 tahun di sektor perbankan dan keuangan.
Dengan pendekatan tersebut, proses pengujian yang sebelumnya dapat memakan waktu 2-4 minggu kini dapat dilakukan dalam hitungan jam, terutama untuk pemetaan awal risiko, simulasi eksploitasi, dan penyusunan bukti teknis atas potensi celah yang ditemukan.
Wolvesight dikembangkan sepenuhnya oleh tim Indonesia dan mendukung model deployment self-hosted, sehingga data sensitif milik institusi keuangan dapat tetap berada di lingkungan internal perusahaan. Fitur ini menjadi penting bagi sektor perbankan, pembayaran digital, asuransi, fintech, dan industri strategis lain yang membutuhkan pengujian keamanan tanpa memindahkan data ke luar kendali organisasi.
Peluncuran Wolvesight juga hadir di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap solusi keamanan siber yang lebih adaptif. Seiring semakin kompleksnya layanan keuangan digital, pengujian keamanan tidak lagi cukup hanya berhenti pada pencarian celah teknis, tetapi juga harus menyentuh cara aplikasi menjalankan proses bisnis, validasi transaksi, dan kontrol akses pengguna.
Wolvesight dikembangkan oleh Dwarapala, perusahaan konsultan keamanan siber asal Indonesia, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di sektor perbankan dan keuangan. Platform ini menggabungkan multi-agent Al dengar keahlian manusia untuk membantu organisasi melakukan simulasi serangan terkontrol, mendeteksi celah business logic, dan menghasilkan laporan pengujian keamanan yang cepat, mendalam, dan berbasis bukti. Wolvesight mendukung model hybrid dan self-hosted deployment untuk memenuhi kebutuhan regulasi, keamanan data, dan kedaulatan teknologi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....