Dosen dan Mahasiswa ITERA Kembangkan Alat Ukur Kadar Pati Singkong

  • 16 Agt 2026 15:57 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Dosen dan Mahasiswa ITERA Kembangkan Alat Ukur Kadar Pati Singkong

RRI.CO.ID, Jakarta - Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Sindang Anom, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan ini menghadirkan teknologi tepat guna berupa alat pengukur kadar pati atau kadar aci singkong bagi Kelompok Tani Wong Kito 1.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Pemerintah Desa Sindang Anom yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Miswadi. Dalam sambutannya, Miswadi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PkM dan berharap teknologi yang diperkenalkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani singkong. Kehadiran alat pengukur kadar pati juga dinilai memberikan pengetahuan baru bagi petani mengenai kualitas hasil panen mereka.

Kegiatan PkM bertajuk “Teknologi Tepat Guna Pengukuran Mutu Singkong Berbasis

Instrumentasi” ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Wong Kito 1 yang beranggotakan 16 petani aktif. Tim PkM terdiri dari dosen Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi ITERA, yaitu Yusuf Affandi, S.Pd., M.Sc., Sabar, M.Si., dan Rizki Yustisia Sari, M.T.I.

Dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan SmartCassava, alat ukur kadar pati singkong yang dirancang menggunakan teknologi instrumentasi. Alat memanfaatkan load cell berkapasitas 100 kilogram dan mikrokontroler ESP32 dengan prinsip metode densitas Archimedes, yaitu membandingkan berat singkong di udara dan di dalam air. Hasil pengukuran selanjutnya ditampilkan secara langsung melalui layar pada alat.

Ketua tim PkM, Yusuf Affandi, S.Pd., M.Sc., mengatakan bahwa teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu petani memperoleh informasi mengenai mutu singkong secara lebih objektif.

“Selama ini petani belum memiliki alat yang praktis untuk mengetahui kadar pati singkong secara langsung. Melalui alat ini, petani dapat memperoleh informasi

mengenai kadar aci dari hasil panennya sendiri dan dapat menggunakannya sebagai data pembanding dalam proses penjualan,” ujar Yusuf.

Dalam pelaksanaannya, petani mendapatkan penjelasan mengenai mutu singkong dan prinsip kerja alat, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik pengukuran. Para petani juga berkesempatan mencoba alat secara langsung menggunakan sampel singkong dari hasil panen mereka.

Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa melalui program KKN Rekognisi. Mahasiswa Program Studi Rekayasa Instrumentasi dan Automasi yang terlibat yaitu Rahmad, Rendi, Julius, Paulus, Surya, Kalyca, Lidya, dan Nabilla. Mereka membantu tim dosen dalam persiapan, perancangan dan pengembangan alat, pelaksanaan demonstrasi, pendampingan penggunaan alat, serta kegiatan bersama masyarakat.

Ketua Kelompok Tani Wong Kito 1, Sunartoyo, menyambut baik teknologi yang diperkenalkan. Menurutnya, alat tersebut membantu petani mengetahui kadar aci singkong yang selama ini belum dapat mereka ukur secara langsung.

“Dengan adanya alat ini, kami bisa mengetahui kadar aci singkong sendiri. Kalau nanti hasil pemeriksaan di pabrik berbeda, kami setidaknya mempunyai data untuk menjadi bahan pembanding,” ujar Sunartoyo.

Melalui kegiatan ini, ITERA berupaya menerapkan keilmuan instrumentasi dan pengukuran untuk menjawab kebutuhan masyarakat di sektor pertanian. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu langkah awal dalam pengembangan teknologi tepat guna untuk komoditas singkong.

Ke depan, dengan adanya dukungan program dan pendanaan lanjutan, pengembangan teknologi dapat diarahkan pada teknologi pascapanen dan peningkatan nilai tambah singkong, seperti pengolahan singkong menjadi tepung mocaf serta teknologi pengeringan singkong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....