Peneliti IPB, Ciptakan Formula Bioplastik Berbahan Pelepah Pisang
- 10 Agt 2026 18:21 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Dosen dan mahasiswa IPB University berhasil menciptakan formula bioplastik antimikrob dari pelepah pisang klutuk. Inovasi bioplastik utk bahan pengemas ini bermanfaat untuk menambah umur simpan daging segar.
Inovasi ini telah mendapatkan Paten Granted dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum RI dengan judul Formula Bioplastik Antimikrob Berbasis Selulosa Pelepah Pisang Klutuk dengan Penambahan Essential Oil Serai Wangi untuk Meningkatkan Umur Simpan Daging Segar.
Dikutip dari siaran persnya Senin 10 Agustus 2026, Tim terdiri dari Della Orya Febriana, Nurul Izzah Fasya, Pharidisya Rachmi Sativa, Ario Ilham, Erizka Febiazni bersama dosen pembimbing Dr Nur Wulandari. Riset ini juga berhasil lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan menembus Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) sebagai salah satu finalis.
Dr Nur Wulandari menyampaikan, bioplastik antimikrob yang dikembangkan memiliki fungsi yang sama dengan plastik wrap konvensional.
"Keunggulannya adalah memiliki sifat antimikrob yang mampu menjaga menghambat kerusakan daging segar dengan menghambat pertumbuhan bakteri. Selain itu, inovasi ini mendukung sustainability dan zero waste karena bioplastik tersebut mudah terurai dan dapat mengurangi penggunaan plastik wrap konvensional,” ucapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, proses pembuatan bioplastik diawali dengan ekstraksi minyak asiri serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) dan selulosa pelepah pisang klutuk (Musa balbisiana Colla). Selanjutnya, dilakukan proses pembuatan bioplastik yang meliputi pencampuran bahan, pemanasan, pencetakan, dan pendinginan hingga terbentuk lembaran bioplastik yang siap digunakan.
Salah satu keunggulan bioplastik yang dikembangkannya ialah mampu mempertahankan mutu daging segar dalam chiller hingga 4 hari. Sementara daging segar yang dikemas dengan plastik wrap konvensional hanya memiliki umur simpan 2 hari.
Della, salah satu inventor mengungkap, “Tantangan utama dari inovasi ini adalah karakteristik bioplastik kami yang lebih mudah menyerap air dibandingkan plastik wrap konvensional. Tetapi hal itulah yang membuat bioplastik ini dapat terdegradasi dengan baik di lingkungan, sehingga lebih ramah lingkungan," jelasnya.
Menurutnya, inovasi ini akan sangat bermanfaat untuk kepentingan supermarket, restoran, hotel, maupun pelaku usaha di bidang pangan yang menyediakan atau menjual daging segar premium.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....