Perkuat Tata Kelola da Transformasi Digital, PNJ Jalin Kolaborasi dengan Google
- 24 Mei 2026 15:39 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) berkomitmen memperkuat pendidikan vokasi dengan menggelar rangkaian workshop strategis bersama Kementerian, industri, akademisi dan Google Indonesia. Mengusung tema tata kelola kerja sama internasional, penguatan bisnis Badan Layanan Umum (BLU), serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan, kegiatan ini berlangsung di lingkungan kampus pada 20–22 Mei 2026.
Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Ing. Nandy Setiadi Djaya Putra dalam sambutannya menyampaikan, forum kolaboratif antar politeknik negeri dan swasta di Indonesia yang menekankan tata kelola kerja sama yang baik, akan menjadi dasar pengembangan program magang mahasiswa internasional, pelatihan, serta penguatan layanan bisnis BLU di lingkungan perguruan tinggi vokasi.
Workshop yang dimoderatori oleh Rika Novita Wardhani, S.T., M.T menghadirkan narasumber Yulita Priyoningsih, S.Sos., M.Tr.AP. dan Ade Suryatman Margana, S.T., M.Eng memberikan pemaparan mengenai tata kelola kerja sama, pelatihan, dan pengembangan bisnis BLU.
“Penguatan tata kelola kerja sama internasional sangat penting guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia,” ujar Direktur PNJ Dr. Syamsurizal dalam keterangan resminya, Minggu, 24 Mei 2026.
Pada hari kedua, kegiatan berlanjut berupa penandatangan MoU antara Google Indonesia dan Politeknik Negeri dan Swasta se-Indonesia dilanjutkan dengan Workshop Pemanfaatan Gemini dan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam bidang tridarma di kantor Google Indonesia. Dalam sesi ini, para peserta memperoleh materi mengenai “Strategi Unggul Perguruan Tinggi Melalui Google AI Learning Lab” yang membahas strategi penerapan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi digital civitas akademika, penggunaan Notebook LM sebagai referensi materi bagi dosen dan tenaga kependidikan.

Di hari terakhir, workshop dilanjutkan dengan agenda penguatan tata kelola bisnis BLU bersama Dr. Agus Sunarya Sulaeman selaku Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemendiktisaintek RI, serta Anisah Alfada, S.E., M.A., M.S.E., Ph.D. selaku Kepala Subdirektorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU II sebagai narasumber utama.
“Regulasi dan penyusunan dokumen kerja sama yang akuntabel sangat penting sebagai pondasi pengelolaan bisnis BLU yang profesional dan mandiri,” kata Dr. Agus Sunarya.
Sementara itu, Anisah Alfada menekankan urgensi pembentukan unit usaha untuk mendiversifikasi pendapatan dan mengurangi ketergantungan Badan Layanan Umum (BLU) pada alokasi Rupiah Murni. Beliau memaparkan bahwa pendirian unit usaha ini wajib didasari oleh studi kelayakan yang komprehensif, mencakup aspek teknis, keuangan, dan hukum.
“Pengelolaan operasional yang akuntabel—termasuk kewajiban integrasi seluruh pos pendapatan dan belanja ke dalam Rencana Bisnis Anggaran (RBA) serta Laporan Keuangan BLU—sangat krusial untuk memastikan seluruh entitas bisnis sejalan dengan tujuan utama, yakni meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Melalui rangkaian workshop ini, PNJ berharap tercipta standar tata kelola kerja sama dan pengelolaan bisnis BLU yang lebih komprehensif serta mampu memperkuat kolaborasi strategis antarperguruan tinggi. Selain itu, pemanfaatan teknologi AI diharapkan dapat mendorong transformasi pendidikan vokasi Indonesia agar semakin maju, relevan, dan kompetitif di tingkat global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....