Gangguan Listrik Bisa Terjadi Kapan Saja, Seberapa Cepat Perusahaan Merespon?

  • 14 Agt 2026 19:51 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Gangguan Listrik Bisa Terjadi Kapan Saja, Seberapa Cepat Perusahaan Merespon?

RRI.CO.ID, Jakarta - Bayangkan sebuah gedung perkantoran atau kawasan industri yang mengandalkan pasokan listrik untuk menjalankan operasional sehari-hari. Ketika terjadi gangguan, sekecil apa pun, dampaknya bisa langsung terasa: produktivitas terganggu, layanan terhenti, bahkan kerugian yang tidak sedikit jika penanganannya lambat. Di sinilah kecepatan informasi menjadi kunci. Semakin cepat sumber masalah diketahui, semakin cepat pula solusi bisa diambil.

Selama ini, banyak perusahaan masih mengandalkan laporan manual atau pengecekan lapangan untuk mengetahui penyebab gangguan listrik. Prosesnya memakan waktu, dan seringkali informasi baru sampai ke pengambil keputusan setelah masalah berlangsung cukup lama. Padahal, di era digital, seharusnya data semacam ini bisa diakses secara instan, kapan pun dibutuhkan.

Selain soal gangguan, ada pula tantangan lain yang kerap luput dari perhatian, yaitu bagaimana perusahaan benar-benar memahami pola pemakaian energinya sendiri. Tanpa data yang akurat, upaya efisiensi energi biasanya hanya berhenti pada wacana, karena tidak ada dasar yang jelas untuk mengambil keputusan.

Menjawab kedua tantangan tersebut, PLN Icon Plus menghadirkan Energy Management System (EMS), sebuah platform yang mempertemukan monitoring, controlling, dan manajemen gangguan listrik dalam satu sistem terpadu. Melalui EMS, perusahaan dapat melihat penggunaan listrik sesuai pencatatan kWh meter secara real-time, sekaligus menerima alert otomatis saat terjadi gangguan lengkap dengan penyebab dan status penyelesaiannya.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi digital dan energi hijau keberlanjutan yang berkualitas.

"Yang membedakan EMS dari solusi monitoring energi lainnya adalah statusnya sebagai satu-satunya aplikasi yang telah sesuai dengan standar PLN, sehingga data yang dihasilkan dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan." katanya.

EMS juga terbuka untuk diintegrasikan dengan sistem smart building melalui Open API sehingga proses administrasi keuangan perusahaan menjadi jauh lebih ringkas.

Bagi perusahaan yang mengelola banyak lokasi atau fasilitas dengan kebutuhan listrik yang kompleks, EMS bukan sekadar alat pemantau, melainkan mitra dalam menjaga operasional tetap berjalan lancar dan efisien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....