Tim Pengabdian Polije Berdayakan Remaja Cegah Stunting lewat Inovasi Teknologi

  • 18 Agt 2026 13:51 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Tim Pengabdian Polije Berdayakan Remaja Cegah Stunting lewat Inovasi Teknologi

RRI.CO.ID, Jakarta – Tim Pengabdian Masyarakat dari Politeknik Negeri Jember (Polije) Kampus 5 Ngawi sukses menggelar rangkaian kegiatan bertajuk "Penguatan Kompetensi dan Optimalisasi Peran Duta GenRe Berbasis Teknologi Digital dalam Percepatan Pencegahan Stunting". Program yang berlangsung selama bulan Juli hingga Agustus 2026 ini bertujuan membekali remaja Kabupaten Ngawi dengan keterampilan digital mutakhir untuk menekan angka stunting sejak lini hulu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah nasional program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun pendanaan 2026. Seluruh rangkaian pelatihan dipusatkan di Laboratorium Komputer Kampus 5 Politeknik Negeri Jember.

Ketua Tim Pengabdian, Ida Nurmawati, menjelaskan bahwa Duta GenRe memiliki peran krusial sebagai instrumen utama dalam edukasi kesehatan remaja. "Website ini dirancang memiliki empat fungsi utama, yaitu sebagai media skrinning status gizi dan promosi kesehatan digital, portal edukasi yang menjadi pusat informasi materi kesehatan remaja termasuk pencegahan stunting, meningkatkan kredibilitas Duta GenRe melalui transformasi digital, serta memastikan informasi dapat diakses tanpa batasan ruang," ungkapnya dalam sesi pelatihan Selasa 18 Agustus 2026.

Pelatihan diawali dengan pembuatan website pada 8 Juli 2026, di mana peserta mempelajari alur kerja profesional mulai dari analisis kebutuhan, pembuatan prototipe UI/UX dengan wireframe, hingga tahap pengembangan menggunakan sintaks HTML, CSS, dan framework Bootstrap 5. Hasilnya, para peserta berhasil menciptakan prototipe website yang responsif dan modern untuk Forum Genre Ngawi.

Keesokan harinya, pelatihan berlanjut pada bidang video dan poster editor untuk meningkatkan literasi digital kreatif. Peserta dilatih menggunakan sumber data kredibel seperti Kemenkes dan WHO untuk menjaga integritas informasi. "Kami belajar menyusun storyboard dengan durasi ideal 1-2 menit untuk TikTok dan Reels, serta mempelajari psikologi warna dan hirarki visual agar pesan kesehatan mudah dipahami masyarakat pelosok desa," jelas salah satu peserta saat praktikum berlangsung.

Tak hanya teknologi informasi, aspek substansi kesehatan diperkuat melalui Pelatihan Gizi Seimbang pada 1 Agustus 2026. Dalam sesi ini, Duta GenRe mempraktikkan penggunaan 8 cakram gizi seimbang serta alat ukur LILA (Lingkar Lengan Atas) untuk deteksi dini risiko Kurang Energi Kronis (KEK) pada remaja putri. Pengetahuan ini menjadi fondasi agar Duta Genre mampu bertindak sebagai konselor sebaya dalam mencegah risiko kelahiran bayi stunting di masa depan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Pelatihan Data Analyst pada 2 Agustus 2026. Di sini, peserta dibekali kemampuan mengolah data mentah menggunakan Microsoft Excel dan Power Query untuk menemukan tren kesehatan yang dapat mendukung pengambilan keputusan strategis. Outputnya berupa dashboard sederhana yang menyajikan visualisasi informative.

Ketua Forum Genre Kabupaten Ngawi, Sholakhal Abdul Mubarok, S.IP, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Ia berharap kompetensi baru ini dapat memperluas jangkauan informasi hingga ke wilayah yang sulit dijangkau. Melalui kolaborasi ini, Duta GenRe Ngawi kini siap menjadi garda terdepan pencegahan stunting berbasis data dan teknologi digital. Output dari pengabdian ini diharapkan menjadi instrumen jangka panjang yang berkelanjutan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Ngawi melalui peran aktif generasi muda.

Tim Pengabdian Polije ini diketuai oleh Ida Nurmawati, S.KM., M.Kes, dengan anggota pelaksana Niyalatul Muna, S.Kom., M.T dan Indah Muflihatin, S.SiT., M.Kes, serta dibantu oleh asisten lapang Muhammad Yusuf, S.Tr. Kom., M.Kom. Kegiatan ini juga melibatkan kontribusi aktif mahasiswa, yakni Alisya Ainur Reza, Intan Miftahul Janna, Feny Dwi Setyawati, Sagita Chelsea Aulia, dan Arum Izzatul Khoirunnisa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....