IPB University Perkuat Kolaborasi Global Ekonomi Biru lewat Inflection 2026

  • 22 Mei 2026 14:58 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • IPB menekankan ekonomi biru harus berdampak nyata bagi ekologi dan kesejahteraan masyarakat.
  • IPB University menggelar Inflection 2026 untuk memperkuat kolaborasi internasional ekonomi biru.
  • Konferensi diikuti peserta dari berbagai negara dan menjadi forum penguatan riset kemaritiman global.

RI.CO.ID, Jakarta – IPB University kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan ekonomi biru melalui penyelenggaraan The 2nd International Conference on Blue Economy and Techno Socio Environmental Innovation (Inflection 2026) di Kampus IPB Taman Kencana, Kota Bogor, Jawa Barat, pada 19 Mei 2026.

Konferensi internasional tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara, seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, Jepang, Tiongkok, Australia, Turki, Pakistan, Afganistan, Jerman, Hongkong, hingga Tanzania. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring riset, inovasi, dan kerja sama internasional di bidang kemaritiman, kelautan, dan perikanan.

Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan mengatakan, ekonomi biru harus dipahami secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi ekonomi semata.

“Ekonomi biru tidak boleh hanya dilihat dari sudut pandang ekonomi semata, melainkan harus dipahami sebagai kesatuan sosial-ekologis, teknologi, dan akademis. Sains dan teknologi harus terhubung dengan kebutuhan masyarakat nyata secara inklusif,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Ia menegaskan, konferensi tersebut diharapkan menjadi wadah dialog ilmiah global sekaligus platform regional dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN.

Sementara itu, Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB, Prof Yonvitner menyebut Inflection 2026 menjadi momentum penting dalam memperluas kolaborasi riset ekonomi biru.

“PKSPL nantinya akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai peneliti nasional dan internasional terkait blue economy,” katanya.

Menurutnya, forum tersebut juga membuka peluang keterlibatan generasi muda dalam forum global sekaligus memperkuat konektivitas sivitas akademika IPB dengan mitra internasional.

Di sisi lain, Kepala Lembaga Riset Internasional Kemaritiman, Kelautan, dan Perikanan, Prof Luky Adrianto menilai Inflection 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi IPB University sebagai pemimpin Global South di kawasan Asia Pasifik.

“Ekonomi biru bukan hanya kerangka konseptual atau teoritis, tetapi harus diimplementasikan dan dilokalisasi agar memberikan dampak nyata, baik terhadap ekologi maupun sosial ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Dalam konferensi tersebut, IPB University juga memperkuat hilirisasi riset mikroalga melalui Asosiasi Mikroalga Indonesia sebagai wadah kolaborasi antara akademisi, peneliti, industri, dan pelaku usaha.

Melalui Inflection 2026, IPB University berharap mampu memperluas diplomasi maritim internasional sekaligus menghadirkan inovasi riset yang berdampak nyata bagi masyarakat pesisir, pulau, sungai, dan kawasan perairan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....