Cara Menggunakan AnTuTu Ukur Performa Ponsel

  • 06 Mei 2026 14:00 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • iQOO 15 Ultra menjadi ponsel tercepat April 2026 versi AnTuTu.
  • AnTuTu mengukur performa CPU, GPU, memori, dan pengalaman pengguna.
  • Cara penggunaan AnTuTu relatif sederhana dan bisa dilakukan semua pengguna.

RRI.CO.IID, Jakarta - Peta persaingan ponsel tercepat dunia kembali menunjukkan dominasi chipset kelas atas pada April 2026, sementara aplikasi benchmark AnTuTu kian menjadi rujukan utama untuk mengukur performa perangkat secara objektif.

Laporan terbaru Gizmochina menyebutkan iQOO 15 Ultra kembali memimpin daftar ponsel tercepat pada bulan April 2026 dengan skor 4.126.940 poin. Posisi ini menurut catatan Gizmochina, menjadikan seri iQOO dalam dua bulan berturut-turut di puncak performa Android global.

Di bawahnya, iQOO 15 menempel ketat dengan skor 4.102.621, disusul Red Magic 11 Pro+ yang mencatat 4.098.742 poin. Ketiga perangkat tersebut sama-sama mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan konfigurasi RAM besar dan penyimpanan hingga 1TB.

Fenomena menarik terlihat pada komposisi chipset, di mana sembilan dari sepuluh ponsel tercepat menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5. Satu-satunya pengecualian adalah OnePlus Ace 6 Ultra yang memakai Dimensity 9500 dan berada di posisi keenam.

Dominasi ini menegaskan bahwa skor AnTuTu bukan sekadar angka, melainkan alat ukur yang membentuk persepsi pasar. “AnTuTu menjadi salah satu referensi utama untuk mengetahui kekuatan riil sebuah perangkat,” ujar analis teknologi dari Tecnobits.

AnTuTu sendiri merupakan aplikasi benchmark yang dikembangkan sejak 2011 oleh perusahaan asal Tiongkok. Sejak awal, aplikasi ini dirancang untuk mengukur performa perangkat secara menyeluruh, mulai dari prosesor hingga pengalaman pengguna.

Dalam praktiknya, AnTuTu menguji empat komponen utama, yaitu CPU, GPU, memori, dan UX atau user experience. Keempat aspek ini kemudian digabungkan menjadi satu skor total yang memudahkan pengguna membandingkan perangkat.

“Skor AnTuTu memberikan gambaran cepat tentang kemampuan ponsel, meskipun tidak bisa menjadi satu-satunya acuan,” ucap Daniel Terrasa, penulis teknologi. Ia menekankan bahwa skor tinggi biasanya berkorelasi dengan performa yang lebih baik dalam penggunaan sehari-hari.

Penggunaan AnTuTu relatif sederhana dan dapat diakses oleh siapa saja. Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi, kemudian menjalankan pengujian dengan menekan tombol “Start testing”.

Menurut laporan Gigazine, proses benchmark akan berjalan dalam beberapa tahap yang mencakup pengujian grafis 3D, kecepatan memori, performa CPU, hingga simulasi pengalaman pengguna seperti membuka aplikasi dan scrolling.

Tahap pertama biasanya menguji GPU melalui rendering grafis berbasis Vulkan untuk mensimulasikan beban game. Tahap berikutnya mengukur bandwidth RAM dan kecepatan akses data.

Selanjutnya, sistem akan mengevaluasi CPU melalui berbagai algoritma dan pengujian multi-core. Pada tahap akhir, AnTuTu mengukur UX dengan mensimulasikan aktivitas sehari-hari seperti membuka aplikasi, decoding video, hingga pengolahan gambar.

Setelah seluruh pengujian selesai, aplikasi akan menampilkan skor total beserta rincian tiap komponen. Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin baik performa perangkat tersebut.

Selain itu, pengguna juga dapat membandingkan hasilnya dengan perangkat lain melalui fitur “ranking”. Fitur ini menjadi salah satu daya tarik utama karena memperlihatkan posisi ponsel dalam peta persaingan global.

Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan bahwa skor benchmark tidak selalu mencerminkan pengalaman nyata sepenuhnya. Beberapa produsen bahkan pernah dituding mengoptimalkan perangkat khusus untuk pengujian.

Karena itu, AnTuTu lebih tepat diposisikan sebagai alat bantu, bukan penentu mutlak. Dalam lanskap industri smartphone yang kompetitif, angka tetap penting, tetapi pengalaman pengguna tetap menjadi penilaian akhir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....