Aliansi Buruh Indonesia, Dukung Kemerdekaan Palestina
- 15 Mei 2025 18:13 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta : Presiden ASPEK Indonesia, Muhammad Rusdi, menyatakan gerakan dan perjuangan buruh Indonesia, adalah bagian tak terpisahkan dari gerakan, dan perjuangan buruh dan rakyat dunia. Menurutnya, solidaritas adalah kekuatan tanpa batas, dan bagian salah satu senjata perjuangan buruh.
Pada hari ini, Kamis 15 Mei 2025, merupakan momentum kembalinya orang-orang Palestina ke tanah airnya. Dan menjadi momentum solidaritas rakyat dunia, dalam mendukung Kemerdekaan Palestina, mengutuk penjajahan, pendudukan ilegal dan tindakan genosida yang dilakukan Israel.
"Kami Buruh Indonesia, Konfederasi dan Federasi Serikat Pekerja-Serikat Buruh, yang tergabung dalam Aliansi Buruh Indonesia Anti Perang dan Penjajahan, menggelar aksi untuk berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Palestina, dalam perjuangan berkelanjutan untuk keadilan, hak, pembebasan dan kemerdekaan sejati Rakyat Palestina," ujar Muhammad Rusdi dalam keterangan tertulis, Kamis (15/5/2025).
"Kami mengutuk tindakan genosida, penjajahan, pendudukan ilegal Israel, yang sedang berlangsung atas 78% tanah Palestina, dan kampanye militernya yang brutal di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza, yang mengakibatkan tujuh juta warga Palestina di pengasingan hingga saat ini," tambahnya.
Selama lebih dari tujuh dekade, lanjutnya, kolonialisme Israel telah melakukan kekejaman, yang tak terhitung jumlahnya terhadap rakyat Palestina, termasuk penyitaan tanah, penghancuran rumah, kekerasan pemukim, pembunuhan, dan serangan militer.
"Termasuk pada hari-hari menjelang peringatan 77th Nakba ini, kita menyaksikan bersama, pasukan Israel terus melancarkan serangkaian serangan ke Gaza, dan melakukan serangan militer paksa, ke rumah-rumah Palestina di Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur," katanya.
Ia menegaskan, tindakan Israel itu harus segera dihentikan, karena telah menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Selain itu, Israel harus dibawa ke pengadilan Internasional, sebagai penjahat kemanusiaan dan perang.
"Kami menuntut Inggris dan Amerika Serikat (AS), yang memfasilitasi dan memungkinkan penindasan ini, berhenti mendukung dan mendanai pembunuhan rakyat Palestina," kata Muhammad Rusdi.
"Kami juga bediri bersama rakyat dunia dan gerakan buruh dunia, untuk menolak dan mengutuk perang imperialism, dan menuntut diwujudkannya perdamaian dunia yang abadi," sambungnya.
Karena, akibat perang, buruh di seluruh dunia salah satu yang terkena dampak, dan menjadi korbannya termasuk buruh di Indonesia, terutama buruh di negeri-negeri yang terjadi peperangan.
"Mereka harus bekerja dengan jam kerja yang panjang, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), bahkan kehilangan nyawa (kematian). Karena perang hanya menempatkan kerusakan, memerosotkan kehidupan rakyat, termasuk menempatkan lebih banyak perempuan dan anak-anak di garis bidik kekerasan militer, pemerkosaan, pemindahan (migrasi) paksa, dan kekerasan yang dilembagakan," paparnya.
Pihaknya juga menyayangkan atas sikap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagai organisasi internasional yang seharusnya bertugas menjaga perdamaian dan keamanan dunia, sekaligus memberikan bantuan kemanusiaan dalam situasi darurat seperti kelaparan, bencana alam, dan konflik bersenjata.
Namun, dalam menjalankan tugas ini, PBB sering kali mengalami kesulitan, ambigu, terutama dalam kasus Palestina. Ditengah tragedi yang terus berlangsung, banyak pihak berharap kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk menjadi penengah yang adil, dan membantu Palestina meraih kemerdekaan.
"Namun, hingga kini, langkah-langkah PBB sering kali tidak membawa hasil konkret, dan menimbulkan pertanyaan mengapa PBB selalu gagal. Suara kaum pekerja untuk perdamaian harus didengar dan diindahkan," ucap Muhammad Rusdi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....