9 WNI Aktivis Kemanusiaan Global Sumud Flotilla bebas, Segera Pulang ke Indonesia

  • 22 Mei 2026 20:46 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Sembilan WNI relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang sebelumnya ditahan militer Israel telah dibebaskan dan segera dipulangkan ke Indonesia melalui Istanbul, Turki.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kabar lega datang bagi keluarga dan masyarakat Indonesia. Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dilaporkan telah dibebaskan dan segera dipulangkan ke Tanah Air setelah sebelumnya ditahan oleh militer Israel.

Informasi tersebut disampaikan melalui keterangan resmi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Kamis, 21 Mei 2026. Pembebasan para aktivis kemanusiaan itu menjadi perhatian publik internasional karena berkaitan dengan misi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina.

Steering Committee GPCI, Maimon Herawati, mengatakan pihaknya telah menerima informasi dari tim hukum internasional bahwa seluruh relawan dalam rombongan Global Sumud Flotilla dan Freedom Flotilla Coalition kini dalam proses kepulangan ke negara masing-masing.

“Alhamdulillah saudara kita ada dalam daftar yang diberikan oleh penjajah kepada tim, dan nama mereka termasuk yang akan naik pesawat,” ujar Maimon dalam keterangannya.

Di tengah situasi yang disebut masih dinamis, Pemerintah Indonesia juga memastikan kondisi para WNI dalam penanganan diplomatik yang intensif. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa sembilan WNI tersebut saat ini sedang dalam perjalanan menuju Istanbul, Turki, sebelum melanjutkan penerbangan ke Indonesia.

“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki,” kata Sugiono melalui keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI.

Para relawan dijadwalkan diterbangkan menggunakan penerbangan khusus Turkish Airlines menuju Istanbul. Pemerintah Turki disebut turut memberikan dukungan dalam proses pemulangan para aktivis kemanusiaan tersebut.

Sementara itu, Aktivis GPCI sekaligus Manager Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, Syamsul Ardiansyah, mengatakan proses deportasi para relawan diawali dengan pemeriksaan oleh otoritas Israel sebelum dipindahkan ke bandara.

“Selanjutnya kami akan menyambut kedatangan para relawan kemanusiaan yang sebelumnya masih dalam proses cek kesehatan di Turki dari luka yang dialami selama penahanan,” ujar Syamsul.

Peristiwa ini memunculkan gelombang solidaritas dari berbagai negara. Banyak pihak menilai para relawan Global Sumud Flotilla hadir membawa pesan kemanusiaan dan dukungan moral bagi masyarakat Palestina yang masih menghadapi situasi konflik berkepanjangan.

Pembebasan para aktivis juga disambut haru oleh masyarakat Indonesia. Di media sosial, ucapan syukur dan dukungan terus mengalir untuk keselamatan para relawan yang dinilai telah menunjukkan kepedulian kemanusiaan lintas batas negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....