Kelurahan Tangki Sulap Rooftop Gedung Jadi Lahan Pertanian Produktif

  • 23 Jun 2026 17:15 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Keterbatasan lahan di wilayah Kelurahan Tangki, Jakarta Barat, tidak menghalangi warga dan pemerintah setempat untuk mengembangkan urban farming di atas gedung kantor kelurahan yang kini berhasil menjadi lahan pertanian produktif. Inovasi ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan di tengah padatnya permukiman perkotaan.

Program urban farming Kelurahan Tangki ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan Jakarta melalui pemanfaatan ruang terbatas secara optimal. Lurah Tangki, Taufik, mengatakan program tersebut mulai dikembangkan sejak dirinya menjabat pada November 2024 sebagai tindak lanjut kebijakan ketahanan pangan sejak tahun 2023.

Taufik menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi antara pihak kelurahan, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum. Ia mengatakan kerja sama lintas unsur tersebut menjadi kunci utama dalam pengelolaan pertanian rooftop Jakarta Barat yang berada di lantai empat gedung kelurahan.

“Kami melakukan pemberdayaan terhadap kader-kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga yang dipimpin oleh istri saya, yang memang hobi menanam. Namun karena lokasi berada di lantai empat, kami juga berkolaborasi dengan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum untuk mobilisasi media tanam,” ujar Taufik pada Senin, 22 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa seluruh proses pertanian dilakukan dengan metode organik tanpa penggunaan bahan kimia. Media tanam yang digunakan berasal dari campuran kompos, sekam bakar, pupuk kandang, hingga tanah hasil pengerukan saluran air yang telah dibersihkan.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah keberhasilan menanam padi di atas gedung. Menurut Taufik, padi yang ditanam mampu tumbuh hingga 1,5 meter dan siap dipanen dalam waktu sekitar 100 hari, sehingga menjadi uji coba penting dalam pengembangan urban farming di wilayah perkotaan.

Dalam satu siklus panen, lahan rooftop dan area sekitar kelurahan mampu menghasilkan lebih dari satu kuintal berbagai komoditas. Hasil tersebut mencakup padi, ubi jalar, labu madu, kangkung, hingga terong putih yang menunjukkan potensi besar pertanian perkotaan berbasis komunitas.

Taufik berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Jakarta untuk memanfaatkan ruang kosong menjadi lahan produktif. Ia menegaskan bahwa konsistensi perawatan, terutama penyiraman rutin pagi dan sore, menjadi kunci utama keberhasilan pertanian di lahan terbatas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....