Pansus Fasos Fasum DPRD DKI Soroti Potensi Kerugian Daerah

  • 21 Sep 2026 19:37 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Pansus Fasos-Fasum DPRD DKI Jakarta mematangkan penyusunan rekomendasi berdasarkan hasil verifikasi data dan peninjauan lapangan aset fasilitas sosial dan umum.
  • Ketua Pansus Mujiyono menekankan pentingnya pertemuan untuk menyamakan persepsi antara Pansus dengan jajaran eksekutif sebelum penyampaian rekomendasi resmi.
  • Proses ini merupakan tahap lanjutan dalam percepatan penanganan penyerahan aset Fasos-Fasum kepada pihak yang berwenang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Panitia Khusus (Pansus) Percepatan Penyerahan Aset Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos-Fasum) DPRD DKI Jakarta, mematangkan penyusunan rekomendasi. Hal itu untuk menindaklanjuti proses verifikasi data dan hasil peninjauan lapangan.

Ketua Pansus, Mujiyono mengatakan, pertemuan itu untuk menyamakan persepsi, antara Pansus dengan jajaran eksekutif, sebelum penyusunan dan penyampaian rekomendasi. “Kita rapat terkait dengan rencana menyusun rekomendasi,” ujar Mujiyono di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 21 September 2026.

Pansus memiliki waktu kerja hingga Oktober 2026. Sehingga, penyusunan rekomendasi perlu persiapan matang. Menurut politisi Partai Demokrat itu, penyamaan persepsi agar rekomendasi tepat sasaran, dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Pansus mengurai satu per satu temuan. Mengonfirmasi dan menyelaraskan dengan eksekutif. Alhasil, terdapat sejumlah hal sudah sesuai. Namun ada pula yang perlu pengoreksian. “Ada sisi yang benar, ada yang perlu dikoreksi,” kata Mujiyono.

Ia menyebut, Pansus menemukan potensi persoalan yang berkaitan dengan proses birokrasi pada masa lalu. Termasuk berkaitan dengan aturan, dan waktu pelaksanaan penyerahan aset Fasos-Fasum. “Potensi-potensi temuan yang merupakan kesalahan birokrasi di masa lalu,” kata Mujiyono.

Pansus akan mengidentifikasi potensi kerugian daerah, yang selama ini belum selesai. Aspek legalitas aset juga menjadi perhatian dalam penyusunan rekomendasi. “Potensi kerugian daerah yang sudah lost,” ucap Mujiyono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....