Menhut Raja Antoni: Dukungan BNPB Perkuat Penanganan Karhutla
- 19 Agt 2026 07:59 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan apresiasi kepada BNPB atas dukungan komprehensif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.
- Penanganan karhutla melibatkan operasi darat, operasi udara, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dan water bombing sebagai bagian dari strategi kolaboratif.
- Raja Juli Antoni menekankan bahwa kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan serius yang memerlukan penanganan terpadu, terukur, dan berkelanjutan dari berbagai instansi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni mengapresiasi dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah. Dukungan itu dilakukan melalui operasi darat maupun udara, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing.
“Karhutla merupakan persoalan serius yang memerlukan penanganan secara kolaboratif, terpadu, terukur, dan berkelanjutan. Saya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada BNPB, yang terus bersama-sama dengan Kementerian Kehutanan, melakukan upaya penanggulangan karhutla di lapangan,” ujar Raja Antoni, dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa, 18 Agustus 2026.
Kerja sama Kemenhut dan BNPB, antara lain dilakukan melalui OMC untuk mitigasi karhutla. Sejak Februari hingga Juli 2026, OMC dilaksanakan secara berkesinambungan, di sejumlah provinsi rawan kebakaran dengan melibatkan BNPB, Kemenhut, dan mitra swasta. Khusus untuk mitigasi karhutla, telah dilakukan 17 operasi selama 169 hari, dengan 291 sorti penerbangan.
“Kerja sama dengan BNPB ini sangat penting, karena penanganan karhutla membutuhkan respons yang cepat, baik melalui pencegahan maupun pemadaman. OMC menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang kami lakukan, untuk mengurangi risiko dan dampak kebakaran,” kata Raja Antoni.
Selain OMC, BNPB juga mengerahkan 40 armada udara, yang terdiri dari 10 pesawat patroli, 27 helikopter water bombing, dan tiga pesawat OMC. Untuk enam provinsi prioritas, BNPB mengerahkan 36 armada udara, yang terdiri dari 12 armada patroli, 21 helikopter water bombing, dan tiga pesawat OMC.
Dukungan BNPB juga terlihat dalam penanganan kebakaran, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dalam operasi itu, tim terpadu yang melibatkan Manggala Agni, Balai TNBTS, BPBD, BNPB, masyarakat, TNI, dan Polri, didukung dua unit helikopter water bombing BNPB, untuk menjangkau lokasi lereng yang sulit diakses. Kebakaran yang berlangsung 3-16 Agustus 2026, dapat dipadamkan melalui kerja sama seluruh kementerian/lembaga yang terlibat.
“Sekali lagi, saya menyampaikan apresiasi kepada BNPB dan seluruh pihak, yang bersama-sama bergerak menangani karhutla. Kolaborasi seperti ini akan terus kami perkuat, agar setiap ancaman karhutla dapat direspons secepat mungkin, dan dampaknya terhadap lingkungan serta masyarakat bisa ditekan,” ucap Raja Antoni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....