Tangani Karhutla, Menhut Raja Antoni dan Kepala BNPB Berkantor di Kalteng

  • 21 Sep 2026 21:41 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni, memutuskan untuk beberapa hari berkantor di Kalimantan Tengah (Kalteng)
  • Hal itu untuk mengawal langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dirinya bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni, memutuskan untuk beberapa hari berkantor di Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal itu untuk mengawal langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Keputusan itu diambil di tengah kondisi kabut asap, dan belum turunnya hujan di Kalteng selama sekitar sepekan terakhir. “Kami berdua juga yang tadinya hanya berkunjung, kembali memutuskan untuk beberapa hari berkantor di Kalimantan Tengah,” ujar Suharyanto, di Kalteng, Senin, 21 September 2026.

Ia menjelaskan, luas lahan yang terbakar sebelumnya sekitar 180 hektare. Satgas darat mampu memadamkan sekitar 150 hektare dalam sehari, sehingga tersisa sekitar 30 hektare yang masih dalam proses pemadaman. Namun, penanganan belum selesai karena setiap hari masih muncul titik kebakaran baru, dan lahan gambut yang telah padam dapat kembali menyala.

Di sisi lain, kabut asap masih menjadi tantangan, karena tidak ada teknologi yang dapat langsung menghilangkan asap. Menurut Suharyanto, ada dua faktor yang dapat membantu mengurai asap, yakni angin dan hujan. Pemerintah pun mengupayakan hujan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Satu pesawat OMC yang berada di Bandara Cilik Riwut sebelumnya tidak dapat beroperasi, karena jarak pandang atau visibility rendah. Untuk mengatasi kendala itu, mulai malam berikutnya operasi OMC akan dilakukan dari Bandara Syamsudin Noor, dan Bandara Pangkalan Bun. Langkah itu dilakukan dengan mempertimbangkan potensi hujan, berdasarkan prediksi BMKG.

Suharyanto mengatakan, keputusan berkantor di Kalteng dilakukan untuk mengawal upaya itu, hingga OMC berhasil dan hujan turun. “Supaya sampai dengan nanti operasi modifikasi cuacanya berhasil, hujan turun, paling tidak sedikit membantu terbukanya cuaca, yang sekarang dipenuhi oleh kabut asap,” katanya.

Sementara itu, Menhut Raja Antoni mengatakan, pemerintah terus memaksimumkan potensi awan hujan yang ada. Ia mengatakan hal itu sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto, agar mengurangi dampak karhutla.

“Kita akan maksimumkan segala potensi yang ada. Karena ini juga perintah Bapak Presiden, agar dampak karhutla terhadap masyarakat dapat diminimalisir,” kata Menhut.

Raja Antoni sebelumnya kembali mencabut 5 izin perusahaan terkait karhutla. Menhut Raja Antoni berharap, pencabutan izin itu dapat menjadi efek jera.

“Ini juga sesuai perintah Bapak Presiden, penegakkan hukum yang tidak pandang bulu, tidak hanya tajam pada yang kecil, tapi juga tajam ke atas. Oleh karena itu berharap ini menjadi efek jera pada seluruh perusahaan lain, yang berada di bawah Kementerian Kehutanan,” ucap Menhut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....