Menhut Raja Antoni: Peringatan Dini BMKG Jadi Bekal Hadapi Karhutla
- 18 Agt 2026 23:33 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi BMKG atas peringatan dini El Niño yang diprediksi datang lebih cepat pada tahun 2026.
- Kementerian Kehutanan meningkatkan langkah antisipasi melalui mitigasi, pencegahan, peningkatan kesiapsiagaan, dan penanganan teknis pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
- Informasi dari BMKG menjadi dasar Kementerian Kehutanan untuk merumuskan strategi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang lebih agresif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengapresiasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang telah memberikan peringatan lebih awal, mengenai potensi El Niño yang datang lebih cepat pada 2026. Informasi itu menjadi salah satu dasar Kementerian Kehutanan (Kemenhut), untuk meningkatkan langkah antisipasi, dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“BMKG juga sudah lebih awal menginfokan bahwa kondisi El Niño diprediksi akan datang lebih cepat. Oleh karena itu, berbagai upaya telah kami lakukan, mulai dari langkah-langkah mitigasi dan pencegahan, peningkatan kesiapsiagaan, hingga penanganan teknis dan pemadaman karhutla di lapangan,” ujar Raja Antoni dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa, 18 Agustus 2026.
Raja Antoni mengatakan, berdasarkan pemantauan BMKG, El Niño saat ini berada pada intensitas sangat kuat, dengan indeks Nino 3.4 mencapai +2,19. Kondisi itu berpotensi mengurangi curah hujan di Indonesia. Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi memasuki fase positif, pada September-November 2026, yang berpotensi semakin mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah.
BMKG juga mendukung data potensi semai awal, sebagai analisis data pelaksanaan OMC. “Terima kasih kepada BMKG, yang sejak awal sudah memberikan informasi dan peringatan, mengenai kondisi iklim ini. Bagi kami, informasi tersebut sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan, dan mengambil langkah antisipasi lebih dini,” kata Raja Antoni.
Sejalan dengan informasi itu, Kemenhut telah melakukan berbagai langkah sejak Februari. Mulai dari rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga, rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, apel kesiapsiagaan di provinsi rawan karhutla, hingga penguatan kapasitas Manggala Agni, dan aktivasi posko siaga darurat karhutla di lima provinsi.
Menhut Raja Antoni mengatakan, Kemenhut terus berkoordinasi dengan BMKG, memperkuat sinergi dalam pencegahan karhutla, salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya itu menjadi bagian dari kolaborasi lintas kementerian/lembaga, yang mengintegrasikan deteksi dini cuaca, patroli terpadu, serta penanganan kebakaran secara cepat dan terpadu.
“Karhutla merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Karena itu, sinergi dengan BMKG dan kementerian/lembaga lainnya terus kami perkuat, agar informasi dini dapat segera diterjemahkan, menjadi langkah nyata di lapangan,” ucap Raja Antoni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....