Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026, Kemenhaj Kaji Buka Embarkasi Baru

  • 02 Jul 2026 15:09 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengkaji pembentukan embarkasi haji baru di Jawa Timur melalui Bandara Internasional Dhoho Kediri. Embarkasi tersebut disiapkan untuk melayani jemaah dari wilayah eks Karesidenan Kediri dan Madiun.

Dikutip dari siaran pers yang diterima RRI Jakarta, Kamis 2 Juli 2026, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, rencana pemanfaatan Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji baru merupakan bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.

“Seluruh persiapan harus dilakukan secara matang agar penyelenggaraan haji 2027 menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, lebih efisien, dan semakin berpihak kepada jemaah,” kata Menteri yang sering disapa Gus Irfan, sebagaimana dikutip dari siaran pers.

Selain itu, Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan mengatakan, rencana penambahan embarkasi dilakukan untuk mencari alternatif operasional yang lebih efisien. Menurutnya, Bandara Dhoho memiliki potensi menjadi embarkasi baru apabila seluruh aspek pendukung telah siap.

“Bandara Dhoho memiliki potensi menjadi embarkasi haji baru. Namun, seluruh aspek pendukung harus dipastikan siap agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan optimal," ujar Ian.

Apabila direalisasikan, Embarkasi Dhoho diproyeksikan melayani sekitar 10.548 jemaah dari wilayah eks Karesidenan Kediri dan Madiun, termasuk usulan penambahan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro. Penambahan dua daerah tersebut didasarkan pada pertimbangan jarak tempuh yang lebih dekat dibandingkan menuju Embarkasi Surabaya.

“Diharapkan meningkatkan kenyamanan jemaah dan mendukung pemerataan layanan embarkasi haji di Jawa Timur,” kata Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Mohammad As’Adul Anam sebagiamana dikutip dari siaran pers yang sama.

Rencana tersebut juga disampaikan Gus Irfan saat konferensi pers evaluasi operasional haji 2026 yang ditayangkan melalui akun YouTube Kementerian Haji dan Umrah pada Rabu 1 Juli 2026. Menurutnya, Bandara Dhoho dapat mengurangi kepadatan di Asrama Haji Surabaya maupun Bandara Juanda.

“Untuk mengurangi beban Asrama Haji Surabaya, juga mengurangi beban Bandara Juanda yang sangat-sangat padat,” ucap Gus Irfan.

Dalam siaran pers juga dijelaskan, penerbangan haji melalui Embarkasi Surabaya masih menghadapi kendala karena Bandara Juanda belum dapat melayani pesawat berbadan lebar Boeing 777-300.

Akibatnya, penerbangan masih menggunakan Airbus A330-300 yang memerlukan technical landing untuk pengisian bahan bakar saat keberangkatan maupun kepulangan sehingga meningkatkan biaya operasional.

Saat ini, Indonesia memiliki 16 embarkasi haji. Embarkasi tersebut meliputi Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG), Palembang (PLM), Jakarta Pondok Gede (JKG), Jakarta Bekasi (JKS), Banten (JKB), Kertajati (KJT), Solo (SOC), dan Yogyakarta (YIA),

Kemudian juga ada Embarkasi Surabaya (SUB), Banjarmasin (BDJ), Balikpapan (BPN), Lombok (LOP), dan Makassar (UPG). Dua embarkasi yang mulai beroperasi pada penyelenggaraan haji 2026 adalah Embarkasi Yogyakarta (YIA) dan Banten (JKB).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....