Jumlah Jemaah Haji Jakarta dan Lampung yang Wafat di Arab Saudi Turun
- 02 Jul 2026 10:12 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Jakarta-Pondok Gede mencatat penurunan jumlah jemaah haji yang wafat pada musim haji 2026. Total jemaah haji yang wafat dari wilayah kerja PPIH Jakarta-Pondok Gede tercatat sebanyak 18 orang.
Secara administratif, wilayah kerja PPIH Jakarta Pondok Gede mencakup provinsi DKI Jakarta dan Lampung, meski proses keberangkatan dan kepulangan jemaah asal Lampung tidak melalui Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu 1 Juli 2026, Sekretaris PPIH Jakarta Pondok Gede, Agus Husein mengatakan pada musim haji 2025 terdapat 26 jemaah yang wafat di Arab Saudi. Jumlah tersebut terdiri atas 12 jemaah asal Provinsi DKI Jakarta dan 14 jemaah asal Provinsi Lampung.
“Tahun 2025, DKI Jakarta ada 12 jemaah wafat, dan provinsi Lampung 14 jemaah wafat,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya.
Pada musim haji tahun ini, jumlah jemaah asal DKI Jakarta yang wafat turun menjadi enam orang. Sementara itu, jumlah jemaah asal Provinsi Lampung yang wafat juga menurun menjadi 12 orang.
Saat berita ini diterbitkan, penyebab wafat para jemaah tersebut belum dapat dikonfirmasi. Namun, berdasarkan data PPIH, sebagian besar jemaah yang wafat dari kedua provinsi berusia di atas 64 tahun.
Sebelumnya, Agus mengatakan penurunan angka wafat tersebut turut dipengaruhi melalui penerapan pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat sebelum keberangkatan.
“Betul karena semakin ketatnya pemeriksaan kesehatan dan itu cukup sangat membantu kita juga sehingga ketika memang jemaah tidak dinyatakan layak terbang, mau tidak mau, suka tidak suka, memang itu harus dilakukan,” ujar Agus, di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa 30 Juni 2026.
Dikutip dari Kantor Berita Antara, Kamis 2 Juli 2026, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi secaranasional juga mengalami penurunan. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 467 jemaah wafat, sedangkan pada musim haji tahun ini jumlahnya berada di kisaran 350 orang.
Pemerintah akan memperketat istitaah kesehatan dan memperkuat pembinaan melalui manasik kesehatan yang diberikan sejak satu tahun sebelum keberangkatan agar keselamatan jemaah semakin terjamin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....