Operasional Haji Selesai, Kementerian Haji dan Umrah Siapkan Evaluasi Menyeluruh

  • 02 Jul 2026 13:46 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan evaluasi menyeluruh setelah penyelenggaraan operasional ibadah haji 2026 resmi berakhir pada Selasa 1 Juli 2026 lalu. Evaluasi akan difokuskan pada pelaksanaan istitha'ah kesehatan dan rencana penambahan Daerah Kerja atau Daker.

Dikutip dari tayangan konferensi pers di kanal YouTube Kementerian Haji dan Umrah, pada Kamis, 2 Juli 2026, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan evaluasi akan berlangsung selama tiga hari mulai akhir pekan ini. Dalam tayangan itu, Menteri Haji dan Umrah menyoroti pelaksanaan istitha'ah kesehatan atau syarat kemampuan fisik dan mental calon jemaah untuk menjalankan ibadah haji. Menurutnya, meski angka kematian jemaah berhasil ditekan dibandingkan tahun lalu, hasil tersebut masih belum memuaskan.

“Kita tahun ini sudah berhasil menurunkan tingkat kematian sekitar 20-an sekian persen, tapi itu belum angka yang memuaskan. Kita akan lebih ketatkan lagi pelaksanaan istitha'ah kesehatan,” kata Menteri yang akrab disapa Gus Irfan.

Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, pada penyelenggaraan haji 2025 tercatat sebanyak 467 jemaah wafat. Sementara pada musim haji 2026, jumlah jemaah yang wafat menurun menjadi 367 jemaah dan satu orang petugas haji yang wafat di Arab Saudi.

Selain istitha'ah kesehatan, evaluasi juga akan mencakup rencana pembentukan Daker khusus untuk layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna. Langkah tersebut dinilai diperlukan karena keterbatasan kapasitas dan kompleksitas layanan di kawasan tersebut. “Diperlukan penanganan khusus, perhatian khusus, dan insyaallah akan kita bentuk Daker khusus untuk Armuzna. Mudah-mudahan kita bisa laksanakan nanti,” ujar Gus Irfan.

Pada operasional haji tahun ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi bertugas di tiga Daker, yakni Madinah, Makkah, dan Bandara, dengan total 1.751 petugas. Selain dua aspek tersebut, Kementerian Haji dan Umrah juga akan mengkaji penambahan embarkasi melalui pemanfaatan Bandara Dhoho Kediri untuk mendukung penyelenggaraan haji pada musim berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....