Warga Rawa Malang Keluhkan Pencurian Aset Waduk dan Gangguan Keamanan
- 07 Jul 2026 13:56 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Warga Kampung Rawa Malang melaporkan pencurian berulang kali aset waduk termasuk pagar besi pembatas dan kabel listrik yang mengganggu keamanan lingkungan.
- Selain pencurian, kawasan waduk juga mengalami gangguan keamanan dari tawuran antarremaja yang menggunakan senjata tajam dan menyebabkan kerusakan pada rumah warga.
- Warga mengkhawatirkan hilangnya pagar pembatas meningkatkan risiko keselamatan terutama bagi anak-anak, dan mengharapkan peningkatan patroli kepolisian serta pengamanan yang lebih kuat.
RRI.CO.ID, Jakarta – Warga Kampung Rawa Malang mengeluhkan maraknya kasus pencurian aset di kawasan Waduk Rawa Malang, Jakarta Utara, yang dinilai mengganggu keamanan lingkungan. Selain pencurian fasilitas publik, warga juga mengaku kerap menghadapi aksi tawuran yang terjadi di sekitar kawasan waduk.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga Kampung Rawa Malang, Ahmad Saddam, yang menyebut pencurian telah berlangsung berulang kali. Menurutnya, sejumlah aset seperti pagar besi pembatas dan kabel listrik telah hilang akibat dicuri.
"Itulah keresahan kita di sini sebagai warga. Aset-aset waduk seperti pagar dan kabel listrik habis dicuri. Padahal itu kan fasilitas untuk masyarakat umum. Kalau dirusak, rasa aman di lingkungan jadi hilang," ujar Saddam saat diwawancarai, Selasa, 21 Mei 2026.
Selain kasus pencurian aset waduk di Rawa Malang, Saddam mengatakan warga juga menghadapi gangguan keamanan berupa tawuran antarremaja. Ia menuturkan, kelompok yang terlibat tawuran kerap membawa senjata tajam dan menyebabkan kerusakan pada rumah warga.
"Bukan cuma mencuri, kadang mereka juga bawa senjata tajam dan ada aksi tawuran. Atap-atap warga sampai ada yang bolong karena dilempar batu. Kita tidak tahu pelakunya dari mana saja," ucapnya.
Menurut Saddam, sistem pengamanan di kawasan waduk masih terbatas. Ia menjelaskan petugas dari Dinas Sumber Daya Air hanya berjaga di rumah pompa dengan jumlah personel yang dinilai belum mencukupi untuk mengawasi seluruh kawasan.
"Selama ini pihak Dinas Sumber Daya Air hanya ada di rumah pompa saja karena menjaga aset yang lebih vital. Itu pun setiap pergantian tugas hanya dua orang. Mestinya anggota ditambah lagi agar pengamanan lebih maksimal di seluruh area waduk," katanya.
Ia juga mengkhawatirkan kondisi pagar pembatas yang banyak hilang akibat pencurian. Menurutnya, kondisi tersebut meningkatkan risiko keselamatan, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di sekitar Waduk Rawa Malang.
Saddam mengungkapkan salah satu kejadian yang menjadi perhatian warga adalah hilangnya besi pembatas sepanjang sekitar 10 meter. Ia menilai pencurian tersebut dilakukan secara terencana karena ukuran dan berat besi tersebut tidak memungkinkan diangkut oleh sedikit orang.
"Besi itu berat sekali. Kemarin saat petugas Dinas Sumber Daya Air melapor ke ketua rukun tetangga, kami mencoba mengangkatnya, lima orang saja tidak kuat. Karena ukurannya panjang dan berat, pasti ada nilai jualnya sehingga menjadi sasaran pencurian," ujar Saddam.
Warga berharap aparat kepolisian bersama instansi terkait dapat meningkatkan patroli dan memperkuat pengamanan di kawasan waduk. Langkah tersebut dinilai penting agar fasilitas publik tetap terjaga serta masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....