Diduga Jadi Korban Hipnotis di Kawasan Grogol, Sepeda Motor Korban Hilang

  • 16 Jun 2026 20:54 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Seorang pemuda berusia 19 tahun diduga menjadi korban hipnotis yang berujung pada hilangnya sepeda motor miliknya di kawasan Jalan Muwardi, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu, 14 Juni 2026 siang.

Ayah korban, Maman, mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika anaknya hendak menuju ATM BNI di kawasan Grogol sekitar pukul 12.21 WIB.

“Anak saya mau ke ATM BNI di Grogol. Sebelum sampai ATM, di dekat masjid ada dua orang yang berboncengan motor menghampiri dan meminta tolong diantar ke alamat Jalan Muwardi 3B, rumah Pak Haji,” ujar Maman, Selasa, 16 Juni 2026.

Karena tidak menaruh curiga, korban kemudian bersedia mengantar salah satu pria tersebut ke alamat yang dimaksud. Setibanya di lokasi, pelaku berpura-pura menelepon seseorang yang disebut sebagai Pak Haji.

Menurut Maman, pelaku kemudian mengaku tidak menemukan orang yang dicari dan meminta izin meminjam sepeda motor korban dengan alasan ingin mencari alamat tersebut di sekitar lokasi.

“Pelaku bilang Pak Hajinya tidak ada dan minta pinjam motor sebentar. Anak saya kemudian diberi tas warna hitam berisi roti, susu, teh kotak, dan tiga amplop untuk dititipkan sambil menunggu,” katanya.

Tanpa rasa curiga, korban menyerahkan sepeda motor Honda Beat miliknya kepada pelaku. Namun, setelah ditunggu cukup lama, pelaku tidak kunjung kembali ke lokasi.

Warga sekitar yang melihat korban sendirian kemudian menghampiri dan menanyakan keadaannya. Berdasarkan keterangan warga dan Ketua RT setempat, korban terlihat kebingungan dan seperti kehilangan arah.

“Warga melihat anak saya seperti bengong. Saat ditanya mau ke mana, dia bilang habis mengantar orang dan motornya dipakai sebentar, tapi belum kembali,” ujar Maman.

Maman mengatakan, anaknya kemudian dibawa ke rumah Ketua RT sebelum akhirnya diantar pulang oleh warga. Saat itulah sang anak mulai menyadari bahwa sepeda motornya telah dibawa kabur oleh orang yang sebelumnya meminta bantuan.

“Anak saya bahkan sempat bertanya ke warga, ini daerah mana ya Pak. Padahal dia baru saja mengantar orang ke lokasi itu,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tanjung Duren pada Senin (15/6/2026). Pihak keluarga juga menyerahkan sejumlah bukti, termasuk rekaman CCTV yang diduga merekam keberadaan pelaku.

“Kami baru selesai membuat laporan di Polsek Tanjung Duren. Untuk rekaman CCTV dan bukti lainnya juga ada,” kata Maman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....