Penganiayaan di Tempat Biliar Grogol Diduga Berawal dari Saling Tatapan Mata
- 18 Mei 2026 18:01 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Insiden penganiayaan yang merenggut nyawa seorang pria bernama Dico Milandika (28) di tempat biliar kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, diduga bermula dari masalah sepele, yakni saling tatap antar pengunjung.
Kakak korban, Mita, menceritakan bahwa kejadian itu bermula ketika pacar korban melihat seorang perempuan lain di lokasi tersebut. Mita menyebut, tak disangka ternyata tatapan itu memicu kemarahan dari perempuan itu.
“Nah, setelah itu ceweknya Dico disamperin sama cewe yang diliatin, ditanya, ‘Lu ngapain ngeliatin gue?’ gitu. Nah, terus si ceweknya bilang, ‘Enggak, gua enggak melihatin.’ Tiba-tiba itu langsung ditonjok. Ceritanya sih seperti itu, ditonjok bagian hidungnya,” kata Mita saat ditemui di kediamannya, Senin, 18 Mei 2026.
Melihat kejadian itu, korban langsung berusaha untuk membela pacarnya dan menanyakan alasan pemukulan itu. Namun, ternyata situasi menjadi lebih panas setelah cekcok yang melibatkan lebih banyak orang hingga berujung pengeroyokan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga, korban sempat mengalami pemukulan sebelum akhirnya terjatuh dari lantai dua lokasi kejadian.
“Sempat dipukulin sih. Kan CCTV juga sudah banyak ya. Ya sempat dipukulin. Nah, jatuhnya itu enggak tahu karena kedorong kah, atau emang sengaja didorong, atau gimana saya juga enggak tahu ya jatuhnya,” tuturnya.
Mita juga menyebut, jumlah orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan malam itu mencapai sekitar 15 orang. Ia menyampaikan, saat kejadian korban diketahui datang untuk bermain biliar bersama lima temannya.
“Berenam. Tiga cewek, tiga cowok. Nah, aku juga enggak tahu ya maksudnya yang mereka bertiga itu ke mana, gitu kan. Atau lagi misah, atau lagi gimana, saya juga enggak tahu. Belum tahu,” katanya.
Mita mengungkapkan bahwa adiknya sempat dilarikan ke RS Tarakan dalam kondisi koma. Namun, setelah menjalani perawatan beberapa hari, sang adik dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, 14 Mei 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.
“Kalau korban itu kan masuk rumah sakit hari Minggu ya, Minggu pagi. Meninggal itu hari Kamis pagi jam 4 juga. Dan info dokter itu meninggal karena pendarahan di otak. Pendarahan di otak sama ada luka di dada,” ungkapnya.
Saat ini, pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polsek Grogol Petamburan tepat pada hari yang sama setelah pengeroyokan. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses kepolisian.
Mita berharap para pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya, terutama pelaku perempuan yang diduga menjadi pemicu awal insiden.
“Kita berharap pelaku dikasih hukuman yang seberat-beratnya. Terutama yang cewek yang main tonjok itu. Cewek itu awal pemicu dari semuanya,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....