Kilau Kenangan Penuh Cerita Komunikasi Lama

  • 18 Mei 2026 08:35 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta- Program siaran radio “Kilau Kenangan” bersama penyiar Mika Kartika pada Minggu malam, 17 Mei 2026, membawa pendengar bernostalgia lewat tema “Cara Orang Berkomunikasi Dulu”. Selama tiga jam siaran, suasana hangat terasa ketika berbagai cerita tentang surat, wartel, pager hingga warnet kembali dihidupkan lewat obrolan ringan dan lagu-lagu kenangan era 60 hingga 90-an.

Di awal acara, Mika Kartika mengajak pendengar mengingat masa ketika komunikasi masih membutuhkan waktu dan kesabaran. Mulai dari menunggu balasan surat, menghafal nomor telepon rumah, hingga antre di wartel hanya untuk memberi kabar singkat kepada keluarga. Tema tersebut langsung memancing banyak respons karena begitu dekat dengan pengalaman masyarakat di era sebelum internet berkembang pesat.

Salah satu pembahasan adalah budaya sahabat pena yang sempat populer di Indonesia pada tahun 60 hingga 90-an. Mika menceritakan bagaimana orang-orang dulu bisa memiliki teman dari kota bahkan negara lain hanya melalui surat. Momen menunggu tukang pos datang membawa balasan surat pun menjadi kenangan yang membuat banyak pendengar ikut tersenyum sendiri.

Respons pendengar mulai berdatangan sepanjang siaran. Dian dari Petamburan di Jakarta Barat mengaku pernah memiliki sahabat pena dari Bandung yang dikenalnya melalui majalah remaja. Sementara Bang Rachmat dari Cisauk Serpong mengenang hobinya mengoleksi perangko dari berbagai daerah dan luar negeri. Cerita-cerita itu justru menghadirkan suasana hangat yang kini mulai jarang ditemui di era komunikasi serba instan.

Saat membahas warung telepon atau wartel yang pertama kali muncul sekitar akhir tahun 1980-an dan telepon umum, nostalgia pendengar semakin terasa. Nana dari Pesanggrahan di Jakarta Selatan mengingat bagaimana dirinya dulu sering panik saat menelepon menggunakan koin karena takut waktu habis sebelum percakapan selesai. Ada pula Indra dari Bumi Serpong Damai atau BSD yang pernah menggunakan pager saat bekerja lapangan dan mengaku bunyi pager di tengah malam sering membuatnya langsung siaga karena biasanya menandakan pesan penting.

Memasuki segmen warung internet atau warnet dan awal internet, Maulana dari Jatimekar Bekasi bercerita tentang kebiasaan nongkrong di warnet setiap malam minggu hanya untuk chatting lewat Yahoo Messenger. Sedangkan Arien dari Beji Depok mengaku masih menyimpan koleksi kartu telepon umum di album plastik hingga sekarang karena dianggap sebagai bagian dari kenangan masa muda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....