Kilau Kenangan: Dulu Nongkrong tanpa WiFi, Kok Betah?
- 20 Jul 2026 14:04 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Kilau Kenangan: Dulu Nongkrong tanpa WiFi, Kok Betah?
RRI.CO.ID. Jakarta - Siapa sangka, obrolan tentang tempat nongkrong favorit zaman dulu mampu membangkitkan begitu banyak kenangan. Itulah yang terjadi dalam program Kilau Kenangan yang mengudara di RRI bersama penyiar Mika Kartika, Minggu (19/7/2026). Selama tiga jam, pendengar diajak menelusuri kembali masa-masa ketika kebersamaan jauh lebih berharga daripada sekadar koneksi internet.
Mengangkat tema "Tempat Nongkrong Favorite Zaman Dulu", Mika Kartika mengajak pendengar mengingat kembali suasana pasar malam, taman kota, bioskop rakyat, rental PlayStation, warnet, toko kaset, hingga rental video. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan penuh humor, setiap segmen seolah membawa pendengar kembali ke masa ketika janji bertemu cukup dengan kalimat, "Ketemu di bawah pohon yang biasa, ya," tanpa perlu berbagi lokasi melalui ponsel.
Respons pendengar pun mengalir sepanjang siaran. Rina dari Kalibata mengenang serunya menghabiskan malam Minggu di pasar malam bersama teman-teman sekampung, sementara Rully dari Bogor tersenyum mengingat masa SMA ketika taman kota menjadi tempat berbagi cerita hingga hari beranjak gelap. Cerita serupa juga datang dari Ipan di Cipinang Jaya yang selalu menjadikan sepeda sebagai penanda apakah teman-temannya sudah berkumpul, serta Nita dari Bekasi yang mengaku bioskop rakyat menjadi lokasi favorit untuk memperpanjang obrolan selepas menonton film.
Tidak hanya membangkitkan nostalgia, Kilau Kenangan juga menghadirkan fakta-fakta menarik mengenai sejarah berbagai tempat berkumpul yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Mulai dari pasar malam yang telah dikenal sejak masa kolonial, bioskop layar tunggal yang menjadi hiburan keluarga, hingga warnet dan rental PlayStation yang pernah menjadi simbol pergaulan generasi 1990-an dan awal 2000-an.
Interaksi semakin hangat ketika Bang Indra dari Harapan Indah bercerita tentang serunya berdebat memilih film di rental video, sedangkan Isma dari Solo mengenang kebiasaan mampir ke toko kaset sepulang sekolah hanya untuk melihat album terbaru penyanyi favorit. Cerita-cerita sederhana tersebut justru menjadi bukti bahwa kebahagiaan pada masa itu sering kali lahir dari kebersamaan, bukan dari kecanggihan teknologi.
Melalui Kilau Kenangan, Mika Kartika tidak hanya memutar lagu-lagu lintas era, tetapi juga menghadirkan ruang bagi pendengar untuk berbagi pengalaman yang mungkin telah lama tersimpan dalam ingatan. Siaran ini membuktikan bahwa meski tempat-tempat nongkrong legendaris itu kini banyak berubah atau bahkan menghilang, kisah yang tercipta di dalamnya tetap hidup dan selalu mampu menghadirkan senyum setiap kali dikenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....