Festival JSD Jadi Panggung Utama Brand Lokal

  • 03 Agt 2026 15:10 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Jakarta Sneakers Day Blok M Festival 2026 diselenggarakan pada tanggal 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 dengan menghadirkan 260 tenant penjual.
  • Sebanyak 75 persen dari total 260 tenant merupakan jenama lokal Indonesia, menunjukkan dominasi produk dalam negeri dalam festival tersebut.
  • Festival berkembang menjadi strategi pemasaran yang efektif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung dan mempromosikan komoditas produk lokal.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pada masa kini, festival tidak lagi sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi brand dalam negeri untuk memperkenalkan komoditasnya kepada masyarakat. Salah satu contohnya terlihat dalam penyelenggaraan Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok M Festival 2026, yang hadir mulai 31 Juli-2 Agustus 2026.

Dalam festival tersebut, sekitar 75 persen dari 260 tenant merupakan jenama lokal Indonesia. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa festival telah berkembang menjadi salah satu strategi pemasaran yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung.

Berbeda dengan toko konvensional, festival ini menawarkan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi pengunjung. Selain berbelanja, JSD Blok M Festival memgusung konsep multi-experience, sehingga pengunjung bisa menikmati berbagai aktivitas kreatif yang beragam. Konsep seperti ini dinilai mampu meningkatkan daya tarik brand lokal, terutama di kalangan generasi muda yang lebih menyukai pengalaman dibanding sekadar bertransaksi.

Melalui festival ini, pelaku usaha juga memiliki kesempatan untuk membangun citra merek, sekaligus menjangkau pasar baru dalam waktu yang relatif singkat. Kementerian Ekonomi Kreatif pun menilai kolaborasi lintas subsektor dalam festival seperti JSD memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Mengutip dari Antara, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, menyebut bahwa sinergi antara fesyen, musik, seni, kecantikan, dan kuliner, dapat menciptakan audiens bersama, meningkatkan efisiensi promosi, serta membuka peluang ekspor bagi jenama lokal.

Sementara itu, Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa ekonomi kreatif terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Pada tahun 2025, sektor ini menyumbang Rp1.757,87 triliun atau sekitar 7,38 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja.

Melihat perkembangan tersebut, festival tidak lagi dipandang hanya sebagai agenda tahunan, melainkan bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Kehadirannya membuka peluang bagi merek lokal untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

(Intan Sayyidah Putri - Mahasiswa Universitas Padjadjaran)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....