BI DKI Targetkan Transaksi Jakarta Kreatif Festival 2026 Capai Rp40 Miliar
- 04 Jul 2026 16:32 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan menargetkan nilai transaksi selama penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 dapat mencapai Rp40 miliar. Target tersebut diharapkan tercapai melalui berbagai aktivitas bisnis, promosi, dan digitalisasi transaksi yang melibatkan ratusan pelaku usaha kreatif dan UMKM.
“Mengusung tema “A Creative Movement for A Sustainable Global City”, JKF 2026 menjadi ajang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha,” kata Iwan Setiawan saat meresmikan rangkaian puncak JKF 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2026.
Lebih lanjut Iwan menjelaskan JKF bukan sekadar festival, melainkan gerakan bersama yang bertujuan menggerakkan sektor riil melalui sinergi berbagai pihak. “Tahun ini tidak kurang dari 67 lembaga dan instansi berkolaborasi dalam kegiatan puncak JKF 2026 untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan promosi bagi pelaku ekonomi kreatif maupun UMKM di DKI Jakarta,” ujarnya.
Menurutnya, target transaksi Rp40 miliar didorong melalui berbagai program yang disiapkan selama festival, seperti business matching, QRIS Jelajah Indonesia, layanan pembiayaan, hingga edukasi kebanksentralan. Selain mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, JKF juga menjadi sarana mempercepat adopsi sistem pembayaran digital melalui QRIS yang selama ini terus berkembang di Jakarta.
Puncak JKF 2026 menghadirkan 377 tenant, terdiri atas 290 tenant UMKM dari sektor kuliner, fesyen, dan kriya serta 87 tenant yang bergerak di bidang layanan, edukasi, dan komunitas kreatif. Seluruh tenant tersebut menjadi etalase produk dan inovasi pelaku usaha Jakarta sekaligus membuka peluang transaksi langsung dengan masyarakat maupun mitra bisnis.
“Pengembangan ekonomi kreatif Jakarta bertumpu pada tiga sektor utama, yakni sport, music, dan film, yang dinilai memiliki efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....