Cemilan Kampung tapi Bukan Kampungan
- 28 Jul 2026 20:57 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Cemilan Kampung tapi Bukan Kampungan
RRI.CO.ID.,Jakarta: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selalu menyimpan kisah perjuangan yang menginspirasi, seperti perjalanan bisnis kuliner Putri Home Cooking asal Legok, Kabupaten Tangerang.
Diresmikan sejak tahun 2018, usaha keluarga ini bermula dari keberanian sang pemilik, Indrastuti Diyah Wahyu Nirwani atau Mpok Indrastuti, untuk memutar haluan hidup usai lepas dari pekerjaan lamanya. Berawal dari produksi kue-kue basah rumahan, Indrastuti bersama suaminya, Hannibal, pantang menyerah mencari ide inovasi produk kuliner yang tahan lama.
Usaha gigih tersebut akhirnya berbuah manis ketika mereka meluncurkan camilan tradisional sagun bakar pada akhir tahun 2021 lalu. Pilihan menghadirkan kembali sagun bakar berakar dari keinginan kuat untuk melestarikan penganan jadul khas Nusantara yang kini makin sulit ditemui masyarakat.
Dalam bincang-bincang hangat di program Teras UMKM Pro 4 RRI Jakarta, Mpok Indrastuti membagikan latar belakang unik pembuatan camilan legendaris racikannya tersebut. "Sagun bakar itu sebenarnya jajanan cemilan zaman dulu, di beberapa daerah bahan bakunya beda-beda, ada tepung beras atau ketan, kalau saya dari tepung tapioka," ungkap Mpok Indrastuti.
Demi memikat minat generasi muda modern, penganan yang dahulunya identik berbentuk serbuk ini dikemas secara ciamik dengan sentuhan varian rasa kekinian seperti keju dan cokelat.
Perjalanan menembus pasar ritel modern tidak dilalui begitu saja tanpa perjuangan sertaproses adaptasi bisnis yang memakan waktu cukup panjang. Hannibal menceritakan perjuangan gigih mereka yang secara konsisten membangun jaringan bisnis dan rajin mengikuti pelatihan hingga berhasil memikat pihak ritel besar.
"Dari proses kirim sampel ke HO sampai ketemuan dan pitching itu sekitar tiga bulan, terus ngobrol segala macam sampai selesai deal masalah harga itu sampai sembilan bulan baru deal," kenang Hannibal.
Kegigihan pasangan suami istri ini berbuah hasil manis, di mana produk sagun bakar mereka kini resmi masuk di jaringan Indomaret hingga Alfamart.
Kehadiran Putri Home Cooking tidak hanya berhasil mengangkat perekonomian keluarga,melainkan juga turut membawa dampak sosial yang nyata bagi lingkungan sekitarnya. Saat ini, kegiatan produksi harian sagun bakar telah mampu memberdayakan ibu-ibu tetangga disekitar tempat tinggal mereka di wilayah Legok.
Mpok Indrastuti menceritakan bahwa proses pencetakan sagun kini dibantu oleh empat orang warga lokal yang saling bergantian mengisi waktu luang secara produktif. Selain olahan sagun bakar, usaha rumahan ini juga turut mengangkat potensi lokal petani dengan memproduksi sajian tradisional bubur dangder ataububur singkong gula aren.
Keberhasilan menembus pasar ritel modern dan e-commerce tidak lantas membuat Mpok Indrastuti dan Hannibal cepat berpuas diri akan pencapaian bisnis mereka saat ini. Pasangan ini senantiasa aktif dalam wadah organisasi UMKM Lebah Madu di Kecamatan Legok guna terus mengasah kemampuan teknis dan memperluas relasi.
Menutup obrolan distudio RRI Jakarta, Mpok Indrastuti menyampaikan pesan penyemangat bagi siapapun yang
ingin merintis dunia kewirausahaan dari nol. Menurutnya, keberanian untuk memulai serta ketekunan pantang menyerah merupakan modal utama yang jauh lebih berharga dibandingkan sekadar modal finansial belaka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....