Storytelling Dinilai Jadi Kunci Produk Lokal Menarik Minat Konsumen

  • 15 Jun 2026 14:14 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kemampuan bercerita atau storytelling dinilai menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Melalui narasi yang kuat, pelaku usaha tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan calon konsumen.

Mentor Komunitas Sekolah Perempuan Indonesia, Kartikowati Joharijah, dalam dialog di RRI Pro 1 Jakarta mengatakan bahwa di era digital, promosi tidak cukup hanya mengandalkan foto atau video yang menarik. Menurutnya, tulisan kreatif yang mengangkat nilai, proses, dan keunikan sebuah produk mampu memberikan pembeda dibandingkan produk sejenis di pasaran.

"Kita sekarang hidup di era media sosial, di mana foto dan video sudah sangat mudah dibuat, bahkan dengan bantuan teknologi AI. Yang membedakan sebuah produk dengan produk lain adalah kekuatan tulisannya, bagaimana cerita itu mampu menarik perhatian dan membangun minat konsumen," ujar Kartikowati saat dialog bersama RRI Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan, storytelling menjadi salah satu bentuk promosi soft selling yang dinilai lebih efektif dibandingkan promosi yang bersifat langsung atau hard selling. Dengan pendekatan tersebut, pesan pemasaran dapat disampaikan secara lebih halus melalui cerita yang menyentuh sisi emosional calon pembeli.

Menurut Kartikowati, konsumen saat ini juga semakin kritis sebelum memutuskan membeli suatu produk. Mereka cenderung mencari informasi, membandingkan kualitas, hingga membaca ulasan yang tersedia di berbagai platform digital. Karena itu, pelaku usaha perlu menghadirkan narasi yang informatif sekaligus menarik agar produknya lebih mudah ditemukan dan dipercaya.

Ia menambahkan, kemampuan menulis kreatif bukan hanya dimiliki oleh kalangan profesional, tetapi dapat dipelajari oleh siapa saja, termasuk ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang sebelumnya tidak memiliki latar belakang kepenulisan.

"Menulis adalah keterampilan yang bisa dilatih. Ketika pelaku usaha mampu menemukan keunikan produknya lalu mengemasnya menjadi sebuah cerita, maka promosi akan terasa lebih hidup dan memiliki daya tarik yang lebih besar," katanya.

Komunitas Sekolah Perempuan Indonesia sendiri telah mengembangkan berbagai program pelatihan kepenulisan dan literasi digital bagi perempuan sejak 2013. Selain membangun kemampuan menulis, komunitas tersebut juga mendorong kolaborasi antara penulis kreatif dan pelaku usaha agar promosi produk lokal dapat dilakukan secara lebih profesional.

Kartikowati berharap semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan storytelling sebagai strategi pemasaran sehingga produk lokal Indonesia mampu bersaing dengan merek-merek besar maupun produk impor.

"Dengan kreativitas menulis dan kolaborasi yang kuat, produk lokal memiliki peluang besar untuk membangun citra yang lebih baik, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usahanya," tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....