Bisnis Kulit Ikan Cucut Antar IRT Cilincing Raup Omzet Jutaan Rupiah
- 20 Jun 2026 08:51 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Bisnis kulit ikan cucut yang dijalankan seorang Ibu Rumah Tangga atau IRT bernama Ropika di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah setiap bulan. Usaha yang telah dirintis lebih dari 15 tahun itu mengolah kulit dan tulang ikan cucut yang sebelumnya dianggap limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Ropika memulai usaha tersebut dari skala kecil dengan membuat kerupuk kulit ikan untuk dijual ke warung-warung sekitar. Seiring meningkatnya permintaan, usaha pengolahan limbah ikan itu kini telah menjangkau pasar luar Jakarta hingga Cirebon dan Tegal.
"Awalnya ya coba-coba bikin sedikit buat kerupuk, kok enak. Terus dijual ke warung-warung. Sekarang masih jalan ke warung, tapi ada juga yang dikirim ke Cirebon sebulan sekali sampai 1,5 ton," ujar Ropika saat ditemui RRI Jakarta di lokasi produksinya pada Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Ropika, bahan baku kulit ikan cucut diperoleh dari kawasan Muara Baru dan Cilincing dengan harga sekitar Rp2.500 per kilogram. Kulit ikan yang masih basah kemudian dijemur selama kurang lebih tiga hari hingga kadar airnya berkurang dan siap dipasarkan.
Kulit ikan yang telah kering dijual kepada pengepul di Cirebon dengan harga mencapai Rp20.000 per kilogram. Selain menjual kulit kering, Ropika juga memproduksi kerupuk kulit ikan cucut yang dipasarkan ke delapan warung di sekitar wilayah Cilincing.
"Prosesnya cukup panjang karena harus direbus, dibersihkan, dipotong-potong, diberi bumbu, lalu digoreng. Dari satu kilogram kulit bisa menjadi sekitar 250 bungkus kecil," ucapnya.
Tidak hanya kulit, tulang ikan cucut juga menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi usaha tersebut. Tulang ikan yang telah dikeringkan dapat dijual hingga Rp65.000 per kilogram dan rutin dikirim ke Tegal serta Muara Baru setiap dua minggu sekali dengan volume mencapai 1,5 ton.
Usaha ini turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Saat ini, Ropika mempekerjakan empat orang yang membantu proses penjemuran, perebusan, pengemasan, hingga distribusi produk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....