Pai Pisang Nadine UMKM yang Berdayakan Pengangguran hingga Anak Yatim Piatu
- 24 Mei 2026 18:14 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Program siaran Teras UMKM RRI Pro 4 Jakarta menghadirkan kisah inspiratif dari pelaku usaha kuliner lokal yang tak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga pada pemberdayaan sosial. Dipandu host Shulkha Kamilia, siaran tersebut menghadirkan Pai Pisang Nadine bersama pemiliknya, Pierre.
Mengangkat tema “Tak Hanya Cari Untung, UMKM Ini Bantu Pengangguran Hingga Anak Yatim Piatu”, wawancara ini mengulas perjalanan usaha Pai Pisang Nadine yang tumbuh bukan sekadar sebagai bisnis kuliner, tetapi juga sebagai ruang berbagi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Usaha Pai Pisang Nadine dirintis Pierre bersama adik iparnya sejak 2018 di Jakarta. Nama “Nadine” sendiri memiliki makna personal bagi keluarga." Nama Nadine itu diambil dari nama keponakan kedua saya dengan harapan usaha ini bisa membawa keberkahan dan menjadi doa," ungkap Pierre saat wawancara di Studio Pro4, Jumat, 22 Mei 2026.
Berawal dari kejelian melihat peluang di sektor food and beverage yang saat itu belum banyak digarap, Pierre kemudian serius membangun konsep produknya. Ia bahkan menggandeng chef profesional untuk melakukan berbagai uji coba resep selama kurang lebih empat hingga enam bulan hingga menemukan cita rasa yang sesuai.
Hasilnya, Pai Pisang Nadine hadir dengan ciri khas tersendiri melalui dua jenis kulit pai. Varian Single Pie menawarkan tekstur renyah menyerupai croissant, sementara Pai Susu hadir dengan tekstur lembut seperti kue nastar. Keduanya dipadukan dengan irisan pisang asli yang menjadi karakter utama produk tersebut.
Untuk pemasaran, Pai Pisang Nadine tersedia dalam beberapa pilihan ukuran box isi lima, mulai dari ukuran kecil, medium, hingga regular. Produk ini kerap dipilih sebagai buah tangan, konsumsi acara keluarga, hingga suvenir untuk kebutuhan instansi dan perkantoran.
Pierre yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan tidak memiliki pengalaman di bidang baking sebelumnya justru menjadikan kepedulian sosial sebagai fondasi utama usahanya. "Salah satu alasan saya mendirikan Pai Pisang Nadine adalah keprihatinannya terhadap tingginya angka pengangguran, saya berharap dengan adanya usaha ini bisa membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan, termasuk para pengangguran hingga anak yatim piatu.
Bagi Pierre, kesuksesan sebuah usaha tidak hanya diukur dari omzet atau keuntungan semata, tetapi dari seberapa besar dampak baik yang bisa diberikan kepada orang lain.
Melalui Pai Pisang Nadine, ia membuktikan bahwa UMKM dapat tumbuh sebagai penggerak ekonomi sekaligus menjadi wadah pemberdayaan sosial. Sebuah langkah sederhana dari olahan pisang yang kini menghadirkan manfaat nyata bagi banyak orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....