Pedagang Ikan Asin di Jakarta Sukses Olah Limbah Tulang Tongkol Jadi Pakan Ternak

  • 15 Jun 2026 19:47 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, JAKARTA – Di tengah tantangan ekonomi yang kian berat, kreativitas dan jeli melihat peluang menjadi kunci keberlangsungan usaha. Hal inilah yang dibuktikan oleh Muhammad Kohir (45), seorang pedagang ikan asin kawakan yang kini sukses merambah bisnis pengolahan limbah tulang ikan tongkol menjadi bahan baku pakan ternak.

Kohir, yang telah menggeluti dunia perdagangan ikan asin selama lebih dari 20 tahun, mengaku harus memutar otak sejak tiga tahun terakhir. Penurunan omzet dan ketimpangan antara pendapatan dengan biaya operasional, termasuk gaji karyawan, membuatnya mencari peluang bisnis baru agar usahanya tidak gulung tikar.

"Tiga tahun belakangan ini penghasilan dan pengeluaran agak sedikit beda. Buat bayar karyawan saja saya sudah mulai keteteran. Makanya, setahun lalu saya cari cara supaya usaha saya nggak tenggelam dimakan ekonomi sekarang," ujar Kohir ketika ditemui RRI Jakarta, Senin 15 Juni 2026.

Inspirasi itu datang dari para tetangga pedagangnya di pasar yang merupakan produsen ikan cue (ikan pindang/rebus). Kohir melihat adanya limbah tulang ikan tongkol yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Berbekal niat untuk menyelamatkan usahanya, ia mulai mengumpulkan dan mengolah limbah tulang tersebut untuk dikirim ke pabrik pakan ternak.

Perjalanan Kohir tidak dilalui sendirian. Ia kemudian bermitra dengan rekannya, Bang Santo, yang memiliki pengalaman dalam pengolahan limbah. Kerja sama ini membuahkan hasil yang signifikan dalam hal pasokan bahan baku.

"Sekarang saya sudah masuk ke pabrik. Awalnya saya kumpulkan sendiri, tapi sekarang saya bermitra dengan Bang Santo yang mencari limbah di dapur-dapur pengolahan ikan sekitar sini," tambahnya.

Saat ini, jaringan pasokan Kohir telah meluas. Ia mengambil limbah dari sedikitnya 25 pedagang di Pasar Kramat Jati dan Pasar Ciracas. Selain itu, melalui kemitraannya, ia juga berhasil menggaet sekitar 10 hingga 15 'dapur' pengolahan ikan cue yang tersebar di wilayah Tanjung Priok, Sunter, hingga Kelapa Gading.

Keberhasilan ini berdampak langsung pada produktivitas usahanya. Jika sebelumnya ia hanya mampu mengirim bahan baku ke pabrik sekali dalam sebulan, kini Kohir mampu melakukan pengiriman hingga tiga kali dalam sebulan.

Langkah Kohir menjadi inspirasi nyata bagaimana limbah pasar yang semula tidak bernilai, kini berubah menjadi komoditas ekonomi yang menjanjikan sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan pasar dari tumpukan limbah organik

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....