Berawal dari Belajar Otodidak, Kebuli Jiddah Yahya Buktikan "Bisa karena Terbiasa"

  • 28 Mei 2026 19:48 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Semangat belajar tanpa henti menjadi kunci kesuksesan Nurhidayati dalam membangun usaha kuliner Kebuli Jiddah Yahya. Kisah inspiratif tersebut terungkap dalam program Teras UMKM yang mengusung tema "Bisa Karena Terbiasa" dan dipandu oleh host Shulkha Kamilia pada Kamis 28 Mei 2026.

Dalam kesempatan itu, Nurhidayati membagikan perjalanan usahanya yang berawal dari ketekunan belajar secara mandiri hingga mampu menghadirkan produk kuliner yang kini dikenal di kawasan Jakarta Timur.

Nurhidayati mengisahkan bahwa dirinya mulai mendalami pembuatan nasi kebuli sejak tahun 2018. Berbekal rasa penasaran dan semangat belajar, ia melakukan berbagai riset melalui media sosial dan YouTube untuk menemukan racikan nasi kebuli yang sesuai dengan selera pelanggan. Mulai dari menentukan jenis beras hingga memadukan rempah-rempah khas Timur Tengah, seluruh proses dipelajari secara otodidak hingga menghasilkan cita rasa yang menjadi ciri khas Kebuli Jiddah Yahya.

Nama Kebuli Jiddah Yahya sendiri lahir dari kisah keluarga yang penuh makna. Brand tersebut resmi diperkenalkan pada 10 Desember 2019, bertepatan dengan ulang tahun pertama cucunya yang bernama Yahya. Sementara itu, sebutan "Jiddah" yang berarti nenek dalam bahasa Arab berasal dari panggilan pelanggan setia yang mengenalnya. Seiring berkembangnya usaha, merek tersebut kemudian resmi terdaftar dalam HAKI setelah Nurhidayati bergabung sebagai anggota binaan Jakpreneur, yang kini dikenal sebagai Jakarta Entrepreneur, pada tahun 2021.

Persaingan ketat di wilayah Condet dan Kalisari yang dikenal sebagai sentra kuliner Timur Tengah tidak membuatnya gentar. Dengan prinsip "beda tangan, beda rasa", Nurhidayati terus melakukan evaluasi terhadap produknya. Bahkan, ia tidak segan mencicipi makanan dari kompetitor untuk mempelajari kelebihan dan kekurangannya sebagai bahan pengembangan usaha. Strategi tersebut membuat Kebuli Jiddah Yahya tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Saat ini, Kebuli Jiddah Yahya melayani pesanan melalui sistem pre-order yang dipasarkan lewat Instagram dan WhatsApp. Menu favorit pelanggan adalah nasi kebuli dengan kambing bakar dan ayam bakar. Selain itu, usaha ini juga menerima pesanan nasi kuning, nasi liwet, hingga paket aqiqah yang telah dijalankan melalui kerja sama dengan penyedia hewan aqiqah sejak tahun 2013. Harga yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari Rp20.000 untuk porsi ekonomis hingga Rp300.000 untuk paket dalam bentuk nampan.

Perjalanan Nurhidayati menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak selalu berawal dari pendidikan formal atau pengalaman profesional. Dengan kemauan belajar, konsistensi, dan keberanian memanfaatkan peluang, ia berhasil mengubah hobi memasak menjadi usaha yang produktif. Melalui Kebuli Jiddah Yahya, ia juga menginspirasi pelaku UMKM lainnya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang selama mau terus belajar dan membiasakan diri untuk mencoba hal-hal baru.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....