Tugas Kelompok Berubah jadi Bisnis Mandiri di Tangan Seorang Mahasiswi

  • 19 Apr 2026 01:26 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Program siaran obrolan "Teras UMKM" bersama Shulkha Kamilia menghadirkan kisah inspiratif dari Nisa Arinda, seorang mahasiswi yang berhasil mengembangkan usaha kuliner bernama Dimsum Aysumsay. Usaha tersebut berawal dari tugas kelompok mata kuliah kewirausahaan saat Nisa masih duduk di semester lima.

Bersama timnya, Nisa mencoba membuat dan menjual dimsum sebagai bagian dari praktik perkuliahan." Aku sama teman-teman engga menyangka banget produk kita mendapatkan respons positif dari konsumen, walaupun setelah tugas kuliah selesai, usaha ini sempat terhenti karena kesibukan perkuliahan masing-masing anggota kelompok," ujar Nisa saat wawancara di Studio PRO4 Jakarta, Jumat, 17 April 2026.

Tidak ingin berhenti sampai di situ, Nisa kemudian memutuskan untuk melanjutkan usaha tersebut secara mandiri. Ia memulai kembali bisnis dimsum di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dengan modal awal sekitar Rp600 ribu. Pada awalnya, ia menggunakan sistem pre-order untuk menjual produknya.

Seiring berjalannya waktu, Nisa mulai mencoba berjualan secara langsung dengan membuka lapak di acara Car Free Day serta di area sekitar rumahnya yang ramai aktivitas warga. "Alhamdulillah makin lama usaha aku udah keliatan hasilnya, semakin dikenal dan diminati pelanggan," katanya.

Dalam menjalankan usahanya, Nisa menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan peralatan, kesulitan membagi waktu antara kuliah dan praktik kerja lapangan (PKL), hingga persaingan usaha kuliner yang cukup ketat. Meski demikian, ia tetap konsisten menjalankan produksinya sendiri pada malam hari dan berjualan pada sore hari.

Kini, usaha Dimsum Aysumsay telah berkembang menjadi dua cabang yang dikelola bersama saudaranya. Produk yang ditawarkan juga semakin beragam, dengan pilihan rasa seperti original, mentai, black pepper, bolognese, hingga kuah keju. Selain itu, harga yang terjangkau menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen.

Nisa mengatakan bahwa usaha tersebut berawal dari coba-coba yang akhirnya berkembang menjadi peluang bisnis. “Awalnya dari tugas kuliah, terus sempat berhenti. Tapi karena banyak yang suka, aku jadi lanjut sendiri. Modalnya juga kecil, cuma sekitar Rp600 ribu, tapi alhamdulillah bisa berkembang sampai sekarang,” ujarnya.

Kisah Nisa menunjukkan bahwa ide sederhana dari tugas perkuliahan pun dapat berkembang menjadi usaha nyata jika ditekuni dengan konsisten dan kreativitas dalam membaca peluang pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....