Melihat UMKM Aksesori 'Handmade' Diah Sawitri
- 05 Feb 2026 13:45 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Siapa sangka, berawal dari kegemarannya membantu kegiatan prakarya anak, Diah kini malah jatuh hati untuk terus menekuni usaha aksesori handmade Omalicha Rajut yang sekarang telah berjalan lima tahun.
Adapun berbagai produk yang dibuat secara mandiri itu mulai dari bros, jepit rambut, bandana, hingga berbagai aksesori untuk anak-anak dan dewasa. Hal tersebut ia sampaikan dalam wawancara bersama Mariana Suhendi, Host RRI Jakarta, yang membahas perjalanan dan tantangan pelaku UMKM pada Kamis, 05 Februari 2026.
Dalam wawancara tersebut, Diah menjelaskan bahwa proses pembuatan aksesori handmade membutuhkan ketelitian, waktu, dan kreativitas tinggi.
“Semakin rumit desainnya, semakin lama pengerjaannya. Bisa seminggu sampai dua minggu tergantung tingkat kesulitannya,” ujar Diah.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar karyanya dibuat sendiri, kecuali jika tenggat waktu terlalu singkat dan membutuhkan bantuan tambahan.
Diah Sawitri juga aktif mengikuti berbagai pameran, baik di hotel maupun ruang publik, sebagai upaya memperkenalkan produknya ke masyarakat. Menurutnya, pameran menjadi sarana penting untuk mengedukasi konsumen tentang nilai karya handmade. “Jangan dilihat dari bahannya saja, tapi dari waktu, tenaga, dan proses yang itu justru paling mahal,” katanya saat menanggapi komentar konsumen yang menganggap harga produk handmade terlalu tinggi.
Tantangan utama yang dihadapi Diah adalah masih terbatasnya minat masyarakat Indonesia terhadap produk handmade. Ia menilai bahwa karya kriya perlu terus diperkenalkan agar semakin dihargai. “Handmade itu harus di-expose dan diperkenalkan lebih jauh supaya masyarakat bisa lebih mencintainya” ungkapnya. Meski demikian, Diah tetap menekankan bahwa konsumen memiliki kebebasan memilih tanpa paksaan.
Ke depan, Diah berharap semakin banyak masyarakat yang tidak hanya membeli, tetapi juga memahami nilai di balik sebuah karya buatan tangan. Baginya, usaha ini bukan sekadar bisnis, melainkan bentuk kecintaan terhadap proses kreatif yang berawal dari aktivitas sederhana membantu prakarya anak hingga berkembang menjadi karya bernilai ekonomi dan seni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....