Dari Jakarta ke Portugal, Cimeler Buktikan Dampak Jakpreneur
- 29 Okt 2025 09:00 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Program Jakpreneur yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi angin segar bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Melalui pelatihan, pendampingan, hingga akses pasar, program ini mendorong wirausaha seperti Astuti, pemilik Cilok Kuah Meler atau Cimeler, untuk bangkit dari kebangkrutan dan menembus pasar internasional.
Kisah Astuti, pemilik usaha Cimeler, menggambarkan bagaimana program Jakpreneur mengubah arah hidup pelaku usaha kecil di Ibu Kota. Ia memulai bisnis dari nol pada 2017 dengan berjualan lewat status WhatsApp, sebelum usahanya terpuruk saat pandemi.
"Pandemi COVID-19 menjadi pukulan telak. Banyak perusahaan tutup dan pesanan anjlok drastis. Saya bahkan sempat bangkrut karena tidak bisa bayar sewa gerobak," ujar Astuti.
Setelah dua bulan berhenti total karena kehabisan modal, Astuti menemukan titik balik ketika temannya menyarankan untuk menjual produk dalam bentuk frozen food. Ia kemudian mencari pelatihan untuk memperdalam pengetahuan soal pengemasan dan pemasaran digital, termasuk pelatihan sebagai peserta Jakpreneur.
Melalui program ini, Astuti mendapat bimbingan teknis, pelatihan branding, dan fasilitasi sertifikasi produk.
Kini, produk Cimeler tak lagi hanya dijual di sekitar kawasan industri. Dengan kemasan beku yang tahan lama, cilok kuah pedas khas Cimeler telah dipasarkan di Shopee dan platform e-commerce lainnya, bahkan sempat terkirim hingga ke Portugal.
Data dari laman jakpreneur.jakarta.go.id mencatat, hingga 2025, sebanyak 415.380 peserta telah tergabung dalam program ini. Jakpreneur hadir untuk memberikan pelatihan usaha, konsultasi bisnis, serta fasilitasi perizinan dan akses permodalan. Program ini terbuka untuk warga DKI maupun non-DKI yang beraktivitas di Jakarta minimal dua tahun.
Situs resmi jakarta.go.id menjelaskan, peserta bisa mendaftar sebagai Wirausaha Pemula atau Wirausaha Naik Kelas, tergantung pada tahap perkembangan bisnis. Pemprov DKI juga menjalin kolaborasi dengan lembaga dan swasta untuk memperkuat ekosistem wirausaha lokal.
Cimeler juga mendapat dukungan dari Pertamina, yang turut membantu dalam pengembangan bisnis. Ciri khas utama produk Cimeler yang membedakannya dari cilok kuah lain adalah penggunaan cabai segar (fresh cabai), bukan cabai kering, yang menghasilkan rasa pedas yang sangat kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....