IKPI: Kepatuhan Pajak Sukarela Harus Dibangun sejak Bangku Sekolah

  • 25 Agt 2026 01:47 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Nuryadin Rahman menegaskan kepatuhan pajak yang kuat tidak lahir ketika seseorang mulai bekerja, melainkan dibangun sejak bangku sekolah melalui literasi dan pengalaman belajar yang tepat.

Menurut Nuryadin, pemahaman mengenai pajak perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda melihat pajak sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mendukung pembangunan nasional.

“Kepatuhan sukarela perlu dibangun sejak dini. Anak-anak kita perlu memahami bahwa membayar pajak bukan semata-mata karena kewajiban atau sanksi, tetapi karena adanya kesadaran bahwa pajak merupakan bentuk gotong royong dan kontribusi kita untuk membangun bangsa,” kata Nuryadin di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia menjelaskan pajak menjadi sumber pembiayaan berbagai layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga perlindungan sosial. Karena itu, menurutnya, penguatan literasi perpajakan sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas ekonomi Indonesia.

Pada kategori perguruan tinggi, Lomba Cerdas Cermat (LCC) Nasional Perguruan Tinggi 2026 diikuti 505 tim dari sekitar 117 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia sebelum menyisakan lima kampus terbaik di babak Grand Final.

Sementara itu, LCC Nasional SMA/SMK diikuti 190 tim dari 107 sekolah, dengan tiga finalis terbaik yang berhasil mencapai partai puncak, yakni SMKN 1 Surabaya, SMAN 23 Kabupaten Tangerang, dan SMK Kristen Immanuel Pontianak.

Selain kompetisi, IKPI juga menghadirkan Call for Paper sebagai ruang bagi mahasiswa dan akademisi menyampaikan gagasan orisinal mengenai perpajakan, sehingga rangkaian HUT tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga memperkaya diskursus perpajakan nasional.

Nuryadin berharap kegiatan tersebut melahirkan generasi yang tidak hanya memahami aspek teknis perpajakan, tetapi juga mengerti mengapa pajak menjadi fondasi pembangunan negara.

“Yang kita harapkan adalah lahir generasi yang sadar, jujur, bertanggung jawab, dan memiliki budaya kepatuhan sukarela,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru pendamping yang dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa melalui pendidikan yang menumbuhkan kesadaran bernegara.

Rangkaian HUT ke-61 IKPI akan berlanjut pada 26 Agustus 2026 melalui Seminar Nasional di Pullman Jakarta Central Park, Jakarta, yang menghadirkan pembicara dari unsur Kementerian Keuangan, Mahkamah Agung, dan Kementerian Hukum untuk membahas transformasi perpajakan, digitalisasi, kepastian hukum, dan profesionalisme konsultan pajak.

Puncak peringatan HUT ke-61 IKPI akan digelar pada 27 Agustus 2026, sekaligus menjadi momentum pengumuman pemenang Call for Paper, LCC Nasional SMA/SMK dan Perguruan Tinggi serta penyerahan penghargaan kepada para juara dari seluruh Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....