PQN 2026 Jakarta Ditutup, BI Perluas Digitalisasi Pasar Tradisional dan QRIS

  • 18 Agt 2026 17:14 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Pekan QRIS Nasional 2026 Wilayah Jakarta resmi ditutup pada 15 Agustus 2026 setelah berlangsung selama lima hari dengan tujuan memperluas ekosistem pembayaran digital di pasar tradisional.
  • Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, dan penyedia jasa pembayaran dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut pada periode 11–15 Agustus 2026.
  • Kegiatan dikemas dengan pendekatan edutainment untuk mendorong digitalisasi sekaligus meningkatkan kompetensi pedagang dan pengelola pasar tradisional dalam menggunakan sistem pembayaran digital.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 Wilayah Jakarta resmi ditutup pada 15 Agustus 2026 setelah digelar selama lima hari, dengan fokus memperluas ekosistem pembayaran digital di pasar tradisional. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, penyedia jasa pembayaran, dan pelaku usaha dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 11–15 Agustus 2026.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Reny Julianie mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan PQN 2026. Menurutnya, sejumlah kegiatan dikemas dengan pendekatan edutainment untuk mendorong digitalisasi sekaligus meningkatkan kompetensi pedagang dan pengelola pasar tradisional.

“PQN 2026” mengangkat pasar tradisional sebagai tema utama. Pemilihan tema tersebut sejalan dengan besarnya kontribusi sektor perdagangan terhadap perekonomian DKI Jakarta yang mencapai 18,24% pada triwulan II 2026,” kata Reny melalui keterangan tertulis, Selasa, 18 Agustus 2026.

Reny menjelaskan sejumlah kegiatan digelar di beberapa pasar tradisional Jakarta. Di Pasar Rawa Bening, rangkaian PQN diisi dengan pemilihan batu bacan favorit dan Mural Battle. Sementara di Pasar Santa digelar Barista Battle dan Cooking Challenge.

“Selain kompetisi, BI Jakarta memberikan edukasi mengenai pelindungan konsumen serta Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Penguatan kapasitas pedagang dan pengelola pasar juga dilakukan melalui Workshop Digital Marketing dan Digital Office di Pasar Rumput,” ujarnya.

PQN 2026 turut membawa isu ekonomi hijau dan berkelanjutan melalui sosialisasi pemilahan serta pengelolaan sampah. Berbagai program tersebut diarahkan untuk membentuk Pasar Jakarta TOKCER atau Digital, Kolaboratif, dan Kalcer yang inovatif serta adaptif terhadap perkembangan digital.

Pada sisi pembayaran digital, PQN 2026 juga menjadi momentum untuk melanjutkan perluasan penggunaan QRIS Tap dan QRIS Antarnegara. Edukasi mengenai kedua fitur tersebut dilakukan di sejumlah titik, antara lain kereta commuter line di Stasiun Jatinegara dan Kebayoran, Samsat Keliling untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor, festival kuliner, serta layanan wisatawan Open Top Tour TransJakarta.

Reny menyebut penggunaan QRIS memberikan kemudahan dalam transaksi keuangan yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal atau CEMUMUAH. Perluasan penggunaan QRIS tersebut mencakup sektor perdagangan hingga pariwisata.

Melalui penyelenggaraan PQN 2026, BI Jakarta mendorong keberlanjutan sinergi dan inovasi dalam memperluas digitalisasi ekonomi Jakarta. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung digitalisasi yang inklusif dan berkelanjutan serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang berkualitas dalam mendukung visi Jakarta sebagai Kota Global yang berbudaya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....