Bank Jakarta Perkuat Fondasi Transformasi melalui Investasi Talenta Teknologi

  • 08 Agt 2026 13:38 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Jakarta memperkuat fondasi transformasi berkelanjutan melalui investasi pada talenta teknologi. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Officer Development Program (ODP) Information Technology Batch I Tahun 2026 yang mengusung tema Building Future Digital Leaders for a Smarter, Safer, and Stronger Bank Jakarta,

Program kerja sama dengan BINUS University tersebut secara resmi dimulai pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bank Jakarta dalam membangun kapabilitas organisasi yang mampu mendukung transformasi perusahaan secara berkelanjutan.

Melalui pengembangan talenta teknologi, Bank Jakarta membangun kapabilitas yang dibutuhkan untuk menghadirkan inovasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah dan pemangku kepentingan.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan transformasi yang dijalankan perseroan mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari bisnis, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, hingga pengembangan people and culture.

“Bank Jakarta saat ini tengah menjalankan transformasi secara menyeluruh yang mencakup aspek bisnis, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, hingga pengembangan people and culture sebagai satu kesatuan yang saling memperkuat,” ujar Agus.

Menurut dia, kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan industri jasa keuangan yang semakin dinamis. “Oleh karena itu, melalui Officer Development Program Information Technology ini, kami menyiapkan talenta digital yang akan menjadi bagian penting dalam mengakselerasi transformasi tersebut,” katanya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa penguatan kapabilitas teknologi informasi menjadi salah satu prioritas Bank Jakarta seiring meningkatnya ekspektasi nasabah terhadap layanan perbankan digital yang cepat, aman, dan andal.

Pada saat yang sama, perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru bagi industri perbankan, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI), pengelolaan big data dan data analytics, modernisasi arsitektur teknologi, cloud computing, serta meningkatnya ancaman cybersecurity.

Direktur Teknologi & Operasional Bank Jakarta Daniel Setiawan Subianto mengatakan perkembangan tersebut membutuhkan talenta digital yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami karakteristik dan kebutuhan bisnis perbankan.

“Melalui ODP Information Technology, peserta dipersiapkan untuk memiliki kapabilitas teknis di berbagai bidang teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan industri perbankan masa kini dan masa depan,” kata Daniel.

Selain kompetensi teknologi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai bisnis dan operasional perbankan. Dengan demikian, peserta dipersiapkan untuk menerjemahkan teknologi menjadi solusi yang dapat mendukung kebutuhan perusahaan.

“Selain penguasaan aspek teknologi, mereka juga dibekali pemahaman mengenai bisnis dan operasional perbankan sehingga mampu menghadirkan solusi digital yang inovatif, memperkuat ketahanan sistem, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung akselerasi transformasi Bank Jakarta secara berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Creates by BINUS Prof. Firdaus Alamsjah mengatakan transformasi digital tidak hanya membutuhkan penguasaan teknologi, tetapi juga talenta yang agile, adaptif, inovatif, serta memiliki kemampuan soft skills yang kuat.

“Melalui program ini, kami berharap 17 peserta dapat mengembangkan kompetensi teknis dan manajerial secara seimbang, sekaligus memahami pentingnya inovasi produk dan layanan serta budaya korporat dalam menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang,” kata Prof. Firdaus.

Dia juga mendorong peserta untuk aktif bertanya dan mengeksplorasi berbagai perspektif selama proses pembelajaran.Menurutnya, rasa ingin tahu, keberanian untuk belajar, dan kemampuan berkolaborasi merupakan bagian penting dari kesiapan talenta untuk menghadapi kebutuhan industri pada masa mendatang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....