5 Langkah Membiasakan Anak Mengelola Uang sejak Kecil
- 02 Jun 2026 08:31 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta: Pendidikan literasi keuangan anak perlu dimulai sejak dini di lingkungan keluarga agar mereka memahami cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memiliki kebiasaan menabung yang baik. Hal itu disampaikan Pengurus Divisi Literasi dan Edukasi Masyarakat Ekonomi Syariah Kabupaten Aceh Besar, Khairatun Hisan, dalam dialog bersama Pro 1 RRI Jakarta pada Senin, 1 Juni 2026.
Menurut Khairatun, keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal konsep keuangan sebelum mereka berinteraksi lebih luas dengan lingkungan sosial. Kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil dinilai akan membentuk perilaku finansial anak hingga dewasa.
“Literasi keuangan itu bukan hanya memahami uang, tetapi juga bagaimana mengatur pengeluaran, menabung, berinvestasi, dan memahami risiko-risiko yang berkaitan dengan keuangan,” ujar Khairatun.
Data dari PenFed Credit Union menunjukkan pendidikan keuangan sebaiknya dimulai sejak usia dini karena anak-anak belajar melalui pengamatan dan pengalaman sehari-hari. Sementara itu, pakar literasi keuangan Neale Godfrey dalam tulisannya di Kiplinger menegaskan bahwa literasi keuangan bukan sekadar pelajaran sekolah, melainkan budaya yang dibangun dalam keluarga.

Ilustrasi seorang anak memasukkan koin ke dalam celengan sebagai bagian dari pembelajaran literasi keuangan sejak dini. Kebiasaan menabung dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun perilaku finansial yang sehat pada masa depan. (Foto: Atlantic Ambience/pexels)
Berikut 5 langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak mengelola uang sejak kecil.
1. Orang Tua Mengenalkan Konsep Uang Sejak Dini
Khairatun mengatakan anak perlu diperkenalkan pada fungsi uang sejak usia dini agar memahami bahwa uang memiliki nilai dan harus digunakan secara bijak. Pengenalan tersebut dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana di rumah maupun saat berbelanja.
PenFed, sebuah lembaga keuangan di Amerika Serikat dalam ulasannya menyebutkan anak usia dini dapat mulai belajar mengenali uang melalui permainan, menabung dalam celengan, dan simulasi transaksi sederhana. Cara tersebut membantu anak memahami hubungan antara uang dan barang yang dibeli.
“Pada usia itu anak biasanya sudah mulai menerima uang jajan dan mengenal aktivitas transaksi sederhana. Karena itu, pemahaman tentang uang perlu diberikan terlebih dahulu di rumah,” kata PenFed.

Ilustrasi Anak dan orang tua menyusun uang kertas sebagai sarana belajar mengelola keuangan di rumah. Keterlibatan keluarga dinilai berperan penting dalam membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak usia dini. (Foto: Вадим Биць/pexels)
2. Orang Tua Melibatkan Anak Dalam Keputusan Keuangan
Melibatkan anak dalam aktivitas keuangan keluarga menjadi langkah berikutnya yang dapat dilakukan orang tua. Anak dapat diajak membuat daftar belanja atau membandingkan harga barang sebelum melakukan pembelian.
Keterlibatan tersebut membantu anak memahami bahwa setiap keputusan keuangan memerlukan pertimbangan. Mereka juga belajar bahwa uang yang dimiliki keluarga harus digunakan sesuai prioritas.
Menurut pakar literasi keuangan Neale Godfrey dalam artikel yang diterbitkan Kiplinger pada April 2026, anak belajar tentang uang sebagaimana mereka belajar bahasa, yaitu melalui kebiasaan yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, percakapan mengenai pengeluaran, tabungan, dan tujuan keuangan penting dilakukan secara terbuka di rumah.
3. Orang Tua Mengajarkan Perbedaan Kebutuhan Dan Keinginan
Kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi fondasi penting dalam membangun perilaku finansial yang sehat. Anak perlu memahami bahwa tidak semua hal yang diinginkan harus segera dibeli.
Khairatun menilai pemahaman tersebut dapat mencegah perilaku konsumtif ketika anak tumbuh dewasa. Dengan begitu, mereka dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih rasional.
“Ketika anak memperoleh uang, misalnya dari uang saku atau hadiah, mereka perlu diajarkan bahwa uang tidak hanya untuk dibelanjakan, tetapi juga harus dikelola dengan baik,” ujarnya.
Pakar literasi keuangan juga menyarankan orang tua menggunakan kalimat yang menekankan pilihan dalam penggunaan uang. Pendekatan tersebut membantu anak memahami bahwa setiap pembelian memiliki konsekuensi terhadap tujuan keuangan lainnya.
4. Orang Tua Membiasakan Anak Menabung Dengan Target
Menabung menjadi salah satu kebiasaan yang perlu diajarkan sejak kecil. Orang tua dapat membantu anak menentukan target tertentu agar mereka memiliki motivasi untuk menyisihkan uang.
Target tersebut dapat berupa pembelian mainan, buku, atau barang lain yang diinginkan anak. Melalui proses tersebut, anak belajar menunda keinginan demi mencapai tujuan yang lebih besar.
“Anak biasanya lebih termotivasi menabung jika mereka memiliki target yang ingin dicapai. Dari situ mereka belajar menunda keinginan demi tujuan yang lebih besar,” ujar laman PenFed.
PenFed juga menyarankan orang tua membantu anak menetapkan tujuan tabungan yang sesuai usia. Ketika target tercapai, orang tua dapat memberikan apresiasi dan mendorong anak menetapkan tujuan berikutnya.
5. Orang Tua Menjadi Teladan Dalam Mengelola Keuangan
Para ahli menilai contoh yang diberikan orang tua memiliki pengaruh paling besar terhadap perilaku keuangan anak. Anak cenderung meniru kebiasaan yang mereka lihat setiap hari dibandingkan hanya mendengar nasihat.
Karena itu, orang tua perlu menunjukkan kebiasaan mengelola uang yang sehat, seperti menyusun anggaran, menabung, dan mempertimbangkan kebutuhan sebelum berbelanja. Transparansi dalam pengelolaan keuangan keluarga juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif.
“Rumah adalah sekolah pertama bagi anak, termasuk dalam hal mengelola keuangan. Karena itu, peran orang tua sangat menentukan dalam membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak dini,” kata Khairatun.
Literasi keuangan yang ditanamkan sejak kecil diyakini dapat membantu anak menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial. Di tengah kemudahan transaksi digital saat ini, kemampuan tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan ekonomi pada masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....